Dik… ( Part 1 )

Klik sumber gambar

Aku memang tak akan pernah jadi sempurna.Aku tak akan selalu memberi contoh baik untukmu.Tak akan selalu bisa memberi yang kamu mau.Tak selalu bisa menuruti apa yang kamu ingini.


                                               ****
Tertawa. Terus tertawa. 
“teh laptopnya rusak. kalo bisa beli lagi aja teh, yang ada cd roomnya. ” 
“teh otom mau belajar naik motor, tapi pengen yang matic aja teh.”
“teh katanya mau ngasih haandphone mana ih ? atau hp teteh aja buat otom.”
Semua permintaannya aku simpan. aku catat rapih dan simpan baik-baik dalam ingatan. segala harapannya, kecil dan besar aku ingat. selalu. meski tidak semua bisa aku wujudkan dengan cepat.

Dik..
Aku tahu, kamu sedang mengalami masa puber. Masa dimana kamu ingin tampil baik, masa dimana kamu lebih banyak bergaul, lebih banyak ingin menghabiskan waktu dengan teman sebayamu. Dulu, akupun pernah merasakannya. Ingin punya handphone canggih, ingin punya pakaian bagus, ingin punya ini-itu untuk bisa mengambil hati banyak orang di sekitar. Ya, saat ini, kamu masih memakan mentah kata “image”. belum memahami lebih jauh kedalam. Aku faham.

Aku memahami semua keinginanmu. semua harapanmu. semua permintaanmu. Percayalah. meski kadang, aku tak bisa mewujudkan semua yang kamu minta.

Dik…
aku ingin kamu banyak bergaul. untuk itu, aku akan mengupayakan kamu bisa diterima dilingkungan teman-temanmu. aku ingin kamu bisa menikmati usiamu. aku akan mengupayakan yang terbaik untuk itu. 
pelan-pelan. aku mengintai semua kegiatanmu. menanyakan orang rumah, dengan siapa saja kamu bergaul. mengintai akun facebookmu untuk tau lebih jelas bagaimana pandangan teman-temanmu terhadapmu. aku tak ingin kamu dikucilkan atau kamu merasa kecil, Dik.

Dik…

Aku menyayangimu dengan caraku sendiri. Menjaga setiap fase pertumbuhanmu agar selalu bisa berbaur dengan oranglain. Aku akan selalu berusaha menyetarakanmu seperti yang lain. Memberi masa depan terbaik untukmu. Memberimu banyak pilihan sekalipun dengan seribu keterbatasan. Menyanggupi setiap kesulitan dengan seribu keharusan. 

Dik… aku akan berusaha menyiapkan masadepan terbaik untukmu.

Kita tidak terlahir sebagai orang terpandang. Tapi tuhan memberi kita dua mata untuk memandang jauh kedepan. Memandang jauh mimpi-mimpi kita untuk jadi nyata. Untuk lebih di gapai. Jika orang lain menggapainya cukup dengan berjalan, kita harus berlari dik. Jika oranglain cukup dengan duduk saja, kita harus merangkak dik.

Aku ingin melihatmu lebih baik. Lebih baik dariku. Aku ingin kamu lebih maju. Aku ingin kamu jadi orang yang bisa diandalkan. Bisa jadi sandaran keluargamu nanti. Aku ingin kamu jadi sosok yang diimpikkan setiap wanita karena keteduhan dan keteguhanmu. aku ingin, kelak kamu bisa memilih siapapun wanita yang kamu mau, tanpa harus merasa kecil. 

Dik… kita memang bukan keluarga berpendidikan. Tapi aku akan selalu mengupayakan kamu setara seperti mereka. Aku ingin kamu bisa menggapai mimpi-mimpimu. Apapun itu. Tanpa hambatan.

Aku akan membantu membuka pintu masadepanmu. Selebar-lebarnya. Hingga kesempatan untukmu begitu luas untuk berkembang.

Selamat ulang tahun Albi Maudina
aku menyayangimu…
dengan caraku.

@shintadutulity

Manusia kadang-kadang (Heart’s Journey, 2)

Kadang ia mencintai kesendirian. Sampai petang bergelayut hanya dengan seribu bayangan. Mengingat, meraba, beberapa yang berhasil pergi sampai tak tersisa. Menghitung segerintil orang yang berhasil bertahan. Entah memang keinginan, atau keadaan yang memaksa. Ia selalu merasa jadi pendosa. Ketika mengingat bagian orang baik yang selalu ia sia-siakan. Terpejam mata. Mengingat manis perilaku yang tak pernah ia hiraukan. Hingga letih dan memilih pergi meninggalkan. Segerombolan orang itu ada yang sudah bahagia. Memilih yang lain, yang menurutnya lebih tepat untuk dipertahankan. Dan dia seorang diri, dibiarkan. Ia seorang yang akan menghalus ketika melihat keadaan memang lebih baik. memafkan semua yang berhasil pergi sekalipun tanpa kepastian. Dia memang pemaaf. Sekalipun hanya untuk beberapa orang.
Ya… dia pecinta kesendirian. Larut dalam beribu ingatan yang menyakitkan, sekalipun seribu lainnya lebih banyak yang membahagiakan. Dia pencetak rekor terbanyak dalam mengingat. Ingatannya kental akan masa-masa yang mengesankan dalam periode hidupnya. Sekalipun sekali lagi itu terjadi hanya beberapa hari dalam sebulan. Jika dia pecinta kesendirian, dan terjadi dalam waktu yang lama. Berarti dia lebih banyak waktu untuk mengenang. Mengendapkan segala yang tersisa biar jadi fosil. Dan benar, jika terjadi begitu lama lukanya benar-benar dalam.

Tapi ingat… kesendirian tak pernah di ingini oleh siapapun. Sekalipun tidak setiap kesendirian mengundang sepi, tapi kesendirian selalu berhasil menciptakan seribu aku di masalalu yang sulit dihentikan.
Yaa… Bila kali ini dia ingin sendiri, mungkin dia benar-benar perlu waktu lama untuk menutup mata. Menimbun semua jejak itu. Hingga tiba waktu lain, sekalipun jejak itu kembali Nampak, ia tak akan meronta atau memintanya pergi. Dalam hidup teori ini namanya ikhlas. Tanpa dendam. Tanpa amarah. Semua seperti awal mula. Sekalipun ada luka, hanya bekas saja. tanpa rasa sakit.
Dan jika tiba ia menjadi pecinta keramaian lagi. Berarti dia ingin kembali. Menyambut seribu bayangan duduk di kedai, berbagi obrolan riwayat singkat semasa  tanpa saling melibatkan, dan semoga ada tawa kembali. Sekali lagi, dia memang pemaaf.
Kali ini dia pecinta keramaian. Memilih menghabiskan banyak waktu di pusat perbelanjaan, bermanja-manja dengan perawatan ramah di salon, berbagi topic obrolan di bbm. Menjadi manusia seutuhnya. Pergi pagi, pulang malam. Dan semua dilibatkan dalam ikatan makhluk social.
—-
Dan jika dia itu perempuan. Dan itu aku, salahkah jika aku berubah-rubah setiap waktu ?
Dan jika dia itu perempuan. Dan itu aku, salahkah jika aku kadang ingin semua tahu ? tahu segala yang aku lalui, sekalipun jalannya dengan seribu tingkah gilaku ?
….
Klik Sumber Gambar
Note ini dibuat disela-sela bulan yang sebagian aku memilih mengurung diri dengan ingatan, selebihnya lagi aku bebaskan.  

@shintadutulity 19 june 2015 22:55

Heart’s Journey, Part 1

klik sumber gambar
Kadang aku merasa sangat berbeda denganmu. Begitu jauh. Sampai aku tak menemukan lagi kesamaan untuk jadi alasan bersatu. Aku ingin pergi, menjauh. Sampai bayanganpun tak lagi ada untuk memancing rindu.
Ya kita berbeda. Jauh sekali.
Semakin dewasa kita, semakin perbedaan itu jadi hal rumit yang pantas di perdebatkan.
Ya. Rumit untuk aku. Yang merasa sangat-sangat tidak pantas.
Aku malu, walau untuk sekedar jadi pengagummu. Apalagi untuk lebih berjuang mempertahankanmu. Aku malu, untuk membanggakan diri agar kamu memilihku. Sedang, aku hanyalah aku yang sangat tidak pantas untuk kamu pilih.
Aku dengan seribu aku yang ingin pergi karena aku terlalu merasa kecil di matamu. Aku dengan seribu diriku yang tetap mencintaimu. Walaupun aku sudah sangat-sangat tidak berani mengakuinya dihadapanmu.
Dengan segala kenyataan. Kamu yang hari  demi  hari terus lebih baik. kamu yang bulan demi bulan berada semakin di atasku. Kamu yang tahun demi tahun semakin jauh dari lingkaran hidupku. Sedang aku, masih disini. Dengan perasaan kagum yang semakin besar. Dengan cinta yang semakin merasa nyata. Juga tak lepas dengan aku, yang masih dengan kekuranganku. Aku tak lebih jadi baik. aku tak lebih jadi pantas. Aku masih selalu sama. Ada dibawahmu.
Tanpa sadar, semakin aku mengerti Tuhan maha segalanya. Dia yang memilikiku juga memilikku. Dengan dasar rasa cinta yang terus aku jaga sampai tak ada batas. Biar aku, yang mengagumi dari jauh ini mendekapmu dalam doa.  Setiap malam. Ku jaga kebaikkanmu. Ku jaga bahagiamu. Sampai Tuhan (mungkin) akan memberi seseorang lain yang lebih setara denganku. Sampai Tuhan memilih nama lain untuk aku sebut dalam do’a. Dan jika itu bukan kamu, doaku yang mungkin sudah jadi pesiar bukan perahu lagi, semoga mengantarmu ke pelabuhan yang engkau impikkan.

@shintajulianaa

Mei Kemarin !

aku masih sulit untuk mempercayai. Semua masih berada di luar daya nalarku sebagai anak kampung yang berusaha beradaptasi dengan segala keganjilan ibu kota yang sudah di anggap biasa. Aku masih terheran-heran mendengar kabar itu. Ya, kabar terakhir yang seperti petir di siang bolong. Aku yang masih lekat dengan mimpi-mimpi itu. Belum sadar sepenuhnya sekalipun kenyataan  menjatuhkanku berkali-kali. Belum sepenuhnya mengubur harap sekalipun ketidakmungkinan semakin terlihat begitu tak mungkin dihindari.
Tak bisa kujelaskan kabar apa yang ku dengar. Namun lebih dari pengkhianatan terpapar dengan begitu lantang. Kali ini, aku sudah habis daya untuk (ingin) bersamamu. Sudah habis cinta untuk bisa (mau) bersamamu.
Yang jelas. Ini bukan hanya akan menjadi antara aku, kau dan dia, juga mereka. Ada sosok lain yang tak mungkin lebih jauh untuk bisa diabaikan. Dan apapun yang jadi alasan. Kamu harus tetap bersamanya. Tak peduli apapun. Bagaimanapun. Tak peduli mereka mungkin akan lebih terluka dari pada aku. Ingat kamu harus tetap bersamanya. Menemaninya dalam segala masasulitnya. Menyaksikannya menua dan bergegaslah lebih baik.
Sekarang sosok itu masih hanya bisa menatapmu. Menyaksikan kamu yang mungkin berselisih faham dengannya. Mendengarmu berteriak mencaci makinya. Sadarlah sekarang, tingkahmu akan tercetak di sosok itu. Jadi lebih baiklah.

Pesanku. Pergilah. Nikmatilah hidupmu dengan apapun bagian terburuknya. Sampai waktu membuatmu jatuh hati sampai tak ingin pergi. Berjalanlah. Apapun yang akan terjadi. Sekali lagi, ini tak lagi tentang aku, kau, dia dan mereka. Ada yang lebih sensitive dari itu. Bergegaslah lebih baik. Sebentar lagi akan ada yang memanggilmu “ayah”. 
klik sumber gambar