Terbesit satu pernyataan yang cukup menampar sabtu malam kemarin. Saat aku terlalu peka buat hal-hal yang tak ku miliki, justru Allah ngasih petunjuk yang mana harusnya aku peluk erat. Yaitu, tentang apa yang sudah Allah berikan dan aku miliki sekarang. Kadang, terlalu mudah bagi kita menghitung berapa poin yang belum kita miliki, ngerasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain, memperhitungkan baik buruk diri kita dan bertanya, “Kenapa si gue gak dikasih ini, padahal better gue ya.” And well.. kamu sama sekali berasa merana dan jauh dari rasa syukur.
Saat buka mata, dan liat apa yang sudah aku miliki sekarang. Teman yang banyak, Sahabat yang sangat-sangat baik, Keluarga yang selalu ada dan pekerjaan yang cukup baik. See… How Lucky I’am.
Kadang kita memang cenderung menutup mata dari apa yang sudah kita miliki. Lebih banyak mengekor pada pencapaian orang lain. Padahal, kita juga tak pernah tau, apa yang sudah dia korbankan atas pencapaiannya. Yang kita lakukan hanyalah compare and compare. Padahal hidup ini bukan matematika yang perlu ada pembanding. Misal, saat kita melihat orang-orang yang sukses, yang kita lihat hanyalah rutinitas liburannya yang meyenangkan, keluarganya yang serba tercukupi kebutuhannnya. Apakah kita mau mengerti bagaimana suaminya bekerja keras untuk itu ? Bagaimana suaminya rela pulang larut malam, Bagaimana suaminya rela masuk kerja di tanggal-tanggal merah, Bagaimana dia harus memberi pengertian pada keluarganya saat acara liburan gagal karena ada kerja dadakan. Could you explain it
Saat kita penuh dengan perasaan terpukau, melihat seorang anak yang cerdas. Mau taukah bahwa banyak dari waktu bermainnya dia gadaikan untuk kecerdasan itu ? Disaat anak-anak lain bermain games, dia harus membelanjakan waktunya dengan les-les tambahan. Saat orang tua yang lain memberikan hadiah-hadiah boneka besar, orang tuanya lebih memilih untuk memberikan buku-buku tebal. Could you explain it?
Jangan sampai, hanya karena satu yang kita mau belum tercapai, lantas menutup nikmat dari lima yang sudah kita dapatkan.
Jangan mudah iri terhadap pencapaian orang lain. Kalo usaha kita belum sebanding, kalo pengorbanan kita belum apa-apa.
Belajarlah untuk melihat semua dari dua sisi. Jangan hanya karena kamu suka satu sisi, jadi melupakan sisi lainnya.
Dan.. belajarlah untuk bersyukur. Karena kamu beruntung dengan segala nikmat yang tak terhitung apalagi terukur.
Saat kamu dijadikan salah satu orang tempat berbagi.Saat kamu dijadikan salah satu orang tempat untuk pulang.Menjadi orang yang dicari, menjadi orang yang dianggap berhargadan adanya kita di syukuri. God, its more than alive.
#satuharisatutulisan#30haritanpasosmed
