Jakarta, 12 November 2017
- Juara I dengan total 13.750 diraih oleh Kementerian Pertahanan.
- Juara II dengan total 13.380 diraih oleh BPPK Jakarta
- Juara III dengan total 12.815 diraih oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN)
Obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi penimbunan lemak yang berlebihan pada tubuh yang dapat menimbulkan resiko bagi kesehatan (WHO, 2013).
Petinju kelas dunia memiliki berat badan 120kg dan si B yang bekerja sebagai karyawan memiliki berat badan 80kg dengan tinggi 160m.
C = Cek kesehatan secara rutin
E = Enyahkan asap rokok
R = Rajin aktivitas fisik
D = Diet Seimbang
I = Istirahat cukup
K = Kelola Setres.
![]() |
| Suasana Mie Ongklok Longkrang |
Cara pembuatan mie ongklokpun hampir sama dengan mie ayam. Yang membedakan adalah sayuran dan mie di mie ongklok dimasukan ke gayung yang sudah berisi bumbu, lalu dicelupkan beberapa menit di air mendidih secara berulang-ulang. Nah, cara pembuatan inilah yang disebut mie ongklok.
![]() |
| Nomor Antrian Mie Ongklok Longkrang |
“Saya kurang suka sama mie ongklok tapi pas nyoba mie ongkrok longkrang, rasanya lebih nyata. Kuahnya enak banget bikin nagih”, tutur Hari Misbah seusai menyeruput kuah mie sampai tandas.
Jangan lupa bawa gandengan ya!
![]() |
| Ketika aku butuh piknik, layar laptop semua terlihat seperti ini ;p |
![]() |
Rencana tinggalah rencana, kalo ternyata drama lebih banyak mengambil makna, maka kita harus menjadi pemain yang tetap harus menikmati segala perannya.
“Pak, sekang kene teng sikunir pirang menit?”
Akhirnya, aku sampai disini. Mungkin dimata mereka, aku gagal menikmati sunrise. Tapi bagiku sendiri, aku tetap menang. Karena bagiku, kemenangan sebuah perjalana bukan tentang secepat apa kita sampai, tapi tentang dimana kita sampai dan bagaimana kita bisa sampai. Dan aku cukup bangga dan senang bisa berdiri disini. Karena ini adalah tujuan awal, tidak patah harap apalagi sampai berputar arah. Saat ini, Minggu, 13 Agustus 2017 bersama Rizka, Harry dan Ino, mengabadikan ciptaannya, mengkristalkan perjalanannya. Terimakasih.
Bukan pemburu memory, hanya penikmat proses 🙂
![]() |
| Indonesia Berqurban |
Seperti yang tekah kita pelajari sejak di bangku Sekolah Dasar, berqurban adalah serangkaian ibadah umat muslim dengan tujuan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan jalan menyembelih hewan qurban berupa sapi, kambing, kerbau, atau unta sesuai dengan syariat-syariat islam.
Jika dilihat dari hukum pengerjaannya, hukum berqurban adalah sunnah muakad. Artinya adalah sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjaan dan tidak bisa diwakilkan.
![]() |
| Kurban, Bahagiakan Warga Priangan Timur |
Global Qurban juga berperan sebagai penyalur amanah bagi mereka yang ingin berkurban. Karena penyaluran dan pendistribusian hewan qurban dari ACT-Global Qurban merambah hingga 27 negara distribusi, termasuk wilayah-wilayah yang terkena bencana, wilayah miskin yang rentan kelaparan, dan wilayah-wilayah yang sedang rentan konflik seperti Palestina, Suriah, Somalia, Afrika Tengah, Yordania, Afrika Tengah, Myanmar, Filipina, Laos, Vietnam, Bangladesh, Kamerun, Srilanka, Thailand, Kamboja, Timor Leste, Tiongkok, dll. Hal inilah yang menyebabkan Global Qurban merupakan wadah yang pas untuk mengantar amanah Anda.
![]() |
| Peta Distribusi Hewan Qurban di ACT-Global Qurban |
Berbicara tentang tempat tongkrongan di Jakarta, emang gak ada habis-habisnya. Dari mulai kawasan elit seperti Kemang dan Dharmawangsa, sampai Ciputat daerah perbatasan Jakarta dan Tanggerang, warung tongkrongan sudah gampang banget Kita temukan. Mulai dari warung tongkrongan yang didesain nyentrik sampai minimalis, bisa Kamu nikmati di Jakarta.
Nah, buat Kamu yang ingin mencoba suasana baru atau ingin melipir dari warung-warung tongrongan di Jakarta, Kamu perlu menjajaki satu tempat tongkrongan di Daerah Bintaro Sektor 9. Tepatnya di Jl. Maleo Raya Blok Je 5 No. 56, Bintaro Sektor 9, Pd. Pucung, Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten. Disana Kamu akan menemukan sebuah warung mie pinggir jalan dengan nama MiABi a.k.a Mie Ayama Bintaro. Lokasinya berdekatan dengan Masjid Bintaro Jaya Sektor 9, atau berdekatan dengan Puri Bintaro.
![]() |
| Mie Ayam Bintaro |
Seperti warung mie dikebanyakan tempat, MiABi-pun menjadikan Mie Ayam sebagai menu utama. Buat Kamu yang demen banget makan mie, Kamu perlu datang ke MiAbi. Selain kualitas mienya yang diproduksi sendiri tanpa bahan pengawet, Mie Ayam di MiABi pun disajikan dalam banyak varian, seperti :
Harga Mie di MiABi hanya dibandrol sekitar 16K – 28K untuk menu Mie Ayam komplitnya. Cocok banget untuk kantong mahasiswa atau anak anak rantau ditanggal tua. Gimana dari harga sudah pasti tergiur kan ?
![]() |
|
| Mie Goreng Ayam |
Nah, Kemarin Saya dan beberapa teman dari Blogger Jakarta (Om Stem, Mas Angga, Mas Robit, Mba Monica, Mas punto, Iput, dan windy ) berkesempatan untuk nongkrong-nongkrong cantik di MiABi sekalian mencicipi menu-menu andalan dari Warung ini. Dari awal Saya tiba di MiABi, gambar menu Mie Goreng Ayam yang dipajang di bagian dalam warung begitu menggugah selera. Potongan ayamnya yang terlihat jelas dengan warna kuning kecoklatan karena bercampur dengan bumbu mie, semakin membuat lidah bergoyang. Begitupun dengan timun, tomat, dan selada yang makin mempercantik tampilan dari Mie Goreng Ayam. Tanpa fikir panjang, Saya langsung memesan satu porsi Mie Goreng Ayam lengkap dengan telor mata sapinya.
![]() |
| Mie Goreng Ayam |
Setelah menunggu beberapa saat, pesananpun datang. Dan benar saja, rasa mienya yang lembut karena hasil olahan sendiri langsung terasa pada kunyahan pertama. Gurihnya ayam yang menyatu dengan bumbu dipadukan dengan potongan sayuran membuat lidah makin menikmati setiap kecap rasa. Jika kalian penggila pedas seperti Saya, Kalian bisa menambahkan saus cabe lengkap dengan acar di atas Mie Goreng Ayam, lalu aduk sausnya hingga merata dengan mie dan bumbunya. Saran Saya, agar dapat menikmati sensasi pedasnya lebih nendang, mohon untuk disantap saat masih hangat. Hm, Makin Kumplit rasanya. Ada rasa pedas yang pecah di mulut, gurih, manis, asam. Aah… Recommended banget pokoknya.
![]() |
||||
| Dolce Vanilla Latte IDR 12K |
Selain Mie Ayam, Warung MiABi juga menawarkan menu coffee andalan seperti vietnam drip, Espresso, Cappucino, Dolce Vanila Latte yang dicampur dengan iced. Nah, Kemarin berhubung cuaca lagi panas, Saya ingin mencicipi kesegaran Dolce Vanilla Latte. Cukup menunggu beberapa saat, Dolce Vanilla Lattepun terhidang didepan mata. Yey !
Pada tegukan pertama dolce Vanilla Latte, lidahmu akan bertemu dengan rasa manis berkat sentuhan susu didalamnya. Tapi rasa manis lattenya tidak menutupi rasa khas dari kopinya. Jadi, Kamu tetap bisa menikmati esensi minum kopi dingin dalam balutan rasa manis. Kebayangkan manisnya susu bertemu dengan dinginnya iced. Ah makin membuat tenggorokan segar, sesegar abis mutusin do’i yang doyan selingkuh. *eh
Selain Mie Ayam dan Kopi, Warung MiABi juga menyediakan menu lain seperti Empek-empek lenggang dan Terong tepung Penyet.
![]() |
||
| Terong Tepung Penyet IDR 15K |
![]() |
|
Empek-Empek Lenggang
IDR 25K
|
Gimana ? Kamu tertarik mencicipi menu dari Mie Ayam Bintaro ? langsung aja yuk ajak temen-temen kamu, pacar kamu, gebetan kamu ataupun selingkuhan Kamu nongkrong cantik di MiABi sekalian nyobain menu rekomendasi dari Saya. Yuk merapat kesini !
LOKASI MIE AYAM BINTARO !
Semua foto yang digunakan disini, adalah hasil jepretan dari om stembaya dan melalui proses editing Saya sendiri😁
Terimakasih,
Salam foodblogger 🙇
Kalo ngomongin tentang makanan, setiap orang punya favoritenya masing-masing. Tiap lidah punya selera berbeda. Cocok bagi lidah Saya, belum tentu cocok buat Kalian. Tapi kali ini ijinkan Saya mencoba mereview satu makanan yang sering banget Saya santap untuk ganjel perut lapar dalam jangka waktu yang lama di malam hari. Namanya Nasi Goreng Kornet Keju (Junet) Roti Bakar Wiwied. Sebelum kenalan dengan menu andalan Saya, Kalian perlu tahu dulu tentang Warung Roti Bakar Wiwied.
![]() |
| Nah ini dia Menu di Roti Bakar Wiwied Fatmawati. |
Menu yang paling Saya suka disini adalah Nasi goreng Junet (Keju kornet). Memang Nasi Goreng junet mudah kita temukan di tempat makan lain. Sudah banyak tempat makan yang buka malam hari semacam warung kaki lima yang menyediakan menu ini, tapi kenapa saya terpikat banget sama Nasi goreng Junet buatan Wiwied disini, alasannya adalah…. Cekidooot ! !
Roti Bakar Wiwied, tempatnya didesain sederhana seperti warung tenda kebanyakan. Tapi bedanya ada tempat makan berupa ruko untuk menampung pembeli dengan tempat duduk yang terbatas. Jika kalian ingin dapat tempat duduk, usahakan jangan datang malam-malamnya. Soalnya disini, semakin malam suanana semakin ramai. Dan tidak akan heran jika pada akhirnya banyak menemukan orang yang terpaksa memilih makan di dalam mobil atau di emperan kios sebelah. Di dalem Full brooh !
![]() |
| Porsi Nasi Goreng Junet Take-away |
Ketika ngomong tentang tempat nongkrong, pasti idealnya ada fasilitas Wifi gratisnya. Nah, kebetulan, Saya kurang tahu apakah Wiwied menyediakan fasilitas ini atau tidak. Tapi sepanjang pengalaman, Saya tidak pernah mendengar kata wifi disini. Dan salahnya lagi, Saya tidak bertanya. Saya sudah terlanjur nyaman-nyaman aja tuh hidup tanpa wifi. Kenapa ? karena Saya punya kuota XL yang cukup banyak. Koneksinyapun gesit banget. Jadi kalo lagi bener-bener suntuk di Kost sendirian dan pengen nyari angin segar, Cukup berkekal gadget, powerbank, dan kuota XL yang cukup, Saya nekad Jalan sendiri dan menghabiskan waktu malam dengan menyantap pisang bakar keju disini jika datang dalam keadaan kenyang, dan nasi goreng junet jika dalam keadaan lapar. Posisinya yang sangat dekat dengan kost saya, membuat saya semakin sering menyambangi tempat ini. Cukup melangkahkan kaki sekitar 30 langkah, sudah sampai dan disambut keramaian Wiwied.
JEMPOLMU, IDENTITASMU ! “Hati-hati sama jempol”. Posisinya masih sama duduk didepanku, tangannya bersidakep, dan bibirnya tersenyum jahil. Temanku yang satu ini suka memulai omongan berat dengan sunggingan senyum khasnya. Senyum khas anak SMA yang masih doyan ngeledek teman sebangku pake nama Ayah.
“Eh,Maksudnya?” sontak Aku bertanya. Temannya yang kala itu sedang mengaduk kopi langsung terhenti dan langsung menatapnya. Begitupun Aku yang sedari tadi asyik membuka feeds instagram langsung menghentikan aktivitas.“Iya jempol Kamu. Jangan sampe orang salah menilai Kamu hanya karena jempol Kamu itu”. Aku masih tak faham dengan maksudnya. Dan Diapun berceloteh panjang menjelaskan.
“Emang Kamu gak gerah kalo misal nih Kamu niat diseriusin sama orang tapi misal orang itu masih demen banget like foto-foto selfie cewek atau lebih parah foto sexy. Gimana ?”
Cukup sampe disini sharing nya, Semoga bermanfaat. See you~~
“Ih shinta mah sombong asli, susah banget diajak kumpul”. Celetuk Singgih yang mungkin bisa dibilang paling akrab denganku daripada yang lainnya saat itu.“Lagi sibuk apa Shin sekarang?”Tanya mang Idan sambil memotong martabak special dari Tenggo.“Eh iya, kamu tuh bikin brand hijab ya, mau atuh sih”. Lanjut Dinda kemudian“Masih dalam tahap percobaan Din, Aku juga lagi butuh artis endorse, followers Kamu sama Mei kan lumayan ya di IG, boleh atuh Aku endorse. Sesama teman mah Gratiskan?” Begitulah obrolan mengalir. Sampai suasanapun menjadi cair. Aku mulai menikmati cerita mereka, leluconnya, sampai akhirnya bisa terbahak mendengar cerita salah satu dari Mereka.
“Eh Foto-foto Yuk”.“Sing keceh atuh kali aja di endorse”.“Singgih fotoin ih biar hits kayak kamu”.“Pengenlah di foto sama kamera terFujilah”.“Pengenlah di foto sama anak Hits MNC”.“Deuh.. pengen sih foto OOTD mang”.
“Terserahlah kemana aja aku mah”.“Ikut baelah, sok bae”.
JODOH PASTI BERTEMU! Kadang kita merasa ada pada batas ujung, sampai sulit membedakan mana putus asa atau memang pasrah lillah karena ikhlas.
Dalam perjalanan ini, kita sama. Sama-sama ingin saling menemukan. Tapi, bisakah kita menemukan tanpa saling membuka diri ?
Ini bukan tentang kriteria. Jikapun Maumu yang cantik, pintar, & kaya. Maka, Aku hanya bagian dari remahan itu semua.
Ajari aku untuk menjadi baik. Karena akupun, ingin berusaha selalu menjadi istri dan ibu yang baik untuk rumah kita dimasa nanti.
📌Jakarta, 3 July 2017***
“Tung, kayaknya gue nikahnya lama deh”. Ucapnya memecah sunyi. Kira-kira lima menit setelah aku selesai bercerita tentang masalah pekerjaan kala itu. Aku sempat tersedak. Aku tahu kemana arah pembicaraan ini, dan Aku tak ingin melebar ketopik yang pada akhirnya membuat perasaan kami sama-sama tak menentu.
“Kita sama deh kayaknya”. Itu kiranya simpulan percakapan yang tak ingin tersentuh namun akhirnya membuncah lebih dari seharusnya. Mengambil lebih banyak waktu dari pada topik yang lainnya.