Trik Ber-sosial Media yang Baik

#CATATAN-INI-TIDAK-UNTUK-MENYUDUTKAN-SIAPAPUN!
KLIK SUMBER GAMBAR
Heloo anak tahun 60’an, 70’an, 80’an, 90’an dan anak yang baru ngecap nangis kenceng di dunia yang penuh hingar bingar ini. Pastilah udah enggak asing lagi dengan yang namanya sosial media. Juga tak kalah asingnya istilah, cantik dikit jepret, manis dikit jepret, galau dikit update, sedih dikit listening, Ah pokoknya generasi sosmed akrab banget sama sutinitas di atas.
Tapi sudahkah kamu menjadi smart user gaes ?
Social media sudah tak terhitung banyaknya. Sudah taukah kamu trik-trik bersosial media yang santun ? Bukan cuma menghadapi calon mertua aja tatakrama di butuhkan, tapi bersosial mediapun sangat-sangat dibutuhkan.
Nah, diwaktu dan kesempatan yang baik ini, ijinkan saya dengan pengetahuan yang tidak seberapa ini share pengalaman yang pada akhirnya tercipta beberapa trik bersosial media yang baik, versi saya pribadi.
.
.
.
.
.

1.       Menjaga nama baik seseorang / instansi di medsos
Gaes, taukan setiap orang punya wewenang untuk menjaga nama baiknya masing-masing. Begitupula dengan sebuah instansi. Perlindungan terhadap nama baik seseorang sudah tercantum dalam Hak Azasi Manusia yang sudah dilegalkan dalam undang-undang Negara kita ( boleh cek di gooogle ). Hihi.. saya bukan ahli hukum dan masih sangat awam dalam yang bersangkutpaut dengan hukum dan kelegalannya.
But.. sebagai smart user social media, Kita harus tahu tentang ini. Biar gak menyalahi aturan lalu berurusan sama hukum. Ngeri gaes !
Tuh, Nama baik seseorang itu sudah ada perlindungannya, dilegalkkan pula. Lantas apa kita masih mau jelek-jelekin orang lain di social media ? Ngumbar aib yang belum tentu kebenarannya di social media ? lantas nyinyir-nyinyir semaunya di social media yang harusnya menciptakan image baik untuk nama baik kita sendiri ? Oke, You think that is just kidding or just the ways to show your idea. Like me ? right ? Semua orang sejak pertama lahir di dunia ini sudah punya hak paten tentang kebebasan mengeluaran pendapat. Sama halnya dengan hak perlindungan nama baik. 
APA SIIIH SHIIIIN… SOK NGERTI HUKUM SEGALA !
oke lupakan !
Back to Topic..
Shin, tapi gue enggak nyomot nama orangnya yang jelas-jelas merupakan tindak pidana pencemaran nama baik.
Good ! salah satu pencemaran nama baik memang bisa diproses dijalur hukum kalo unsur nama atau instansi itu jelas tertulis, tertuang, tanpa embel-embel blur. Duuuuuh, saya sebenarnya tidak ingin terjun lebih dalam di pembahasan ini, takut salah gaes.
Tapi, inti penting dari poin ini adalah social media itu tercipta, tumbuh, dan dikembangkan untuk saling berbagi informasi, saling share pengetahuan, saling bertanya kabar, saling memberi tahu perkembangan ( semoga perkembangan kearah positif) dalam artian saling menciptakan harga “nama baik” kita masing-masing.  Masudnya apa si ?
Ada pepatah lama yang mengatakan,

“apa yang kamu katakan menunjukkan seberapa dalamnya isi kepalamu. Dan dengan siapa kamu banyak menghabiskan waktu menentukan perkembangan pola pikirmu.” 

Sorry kalo salah. Ya intinya si gitu. Entah nemu pepatah itu dari mana, dari cuplikan kalimat di buku-buku besar, atau dari mulut ke mulut orang-orang berenergi postitif. Tapi untuk saya pribadi, pepatah lama itu seperti cambuk yang terus mengingatkan saya tentang bahaya lisan dan tindakan.
Jadi jelas banget, apa yang kamu bagikan itu menuntujukan kualitas diri kamu sendiri. Maka dari itu, pandai-pandailah dalam menjaga nama baik. 
Enggak mau kan dicap sarkasme gara-gara sering nyinyir / judge orang lain ?
Enggak mau kan di cap makhluk paling menyedihkan abad ke 20 gara-gara sering update galau ?
 ah… elu makhluk paling munafik sejagat raya dan tanah air. Sok suci update nya yang bener-bener. 
Gaes ini bukan sok suci, ini adalah langkah memperbaiki nama baik. memperbaiki yang salah, bukan cuma buat  pembaca tapi juga ajang self-motivation.
2.       Ubah Pola Fikir.
Pola fikir apa aja sih yang perlu di rubah biar aman dan nyaman alias woles di sosmed ? ini sih menurut pendapat saya pribadi setelah melakukkan riset dari berbagai kasus.
You know gaes.. this is a medsos and so many people say, 

“Heloo yang gue sindir siapa yang kesindir siapa.”

 Jika semua konten sudah memenuhi standarisasi penggunaan sosial media seperti poin yang pertama, langkah kedua biar woles di sosmed adalah mengubah pola fikir. 
Salah satunya adalah bangun kesadaran diri bahwa setiap hal yang orang lain bagikan ( bertindak sebagai sindiran ) its oke slowly, kalem gaes itu bukan buat kamu kok. Mungkin enggak mudah membangun kesadaran agar selalu tetep dijalur posting (positif thinking ), tapi akan lebih rumit dan ribet lagi kalo setiap asupan negatif kita biarkan berbaur dengan sistem kerja otak. Duh, bahaya. Bisa neting. Gak baik lho terus berprasangka buruk. 
Yang kedua, yang harus kita bangun adalah kemampuan untuk memfilter apa saja yang orang lain bagikan di sosmed. Baik itu berita, ilmu pengetahuan, atau jualan online. Ya pokoknya intinya si harus pinter filter aja. Banyak hal yang bisa di share di sosmed. Bisa berupa asupan yang baik atau cuma bibit-bibit penyakit. Yang dimaksud disini penyakit hati ya, bukan penyakit dalam apalagi penyakit bawaan lahir.
Mau nyomot pepatah lama lagi ni gaes : 

“Jangan lihat siapa yang berbicara, tapi dengar apa yang di bicarakan. Jika itu baik ya dengarkan lalu laksanakan, jika itu buruk ya baca lalu lupakan alias fyuuh buang”

Simpel kan ?
Ilmu itu bisa datang dari mana aja. Gak harus melulu dengan duduk dibangku sekolah, gak selalu dari guru-guru di sekolah. Tapi di era ini, di era dimana manusia jadi budak sosial media yang tiap hari jauh lebih banyak berkutat dengan facebook, twitter, path, instagram dll. Daripada duduk mojok di perpustakan. Atau jauh lebih memilih membuka gadget daripada membuka buku yang tebalnya bisa bikin mati tikus got kalo dilempar. Yess, you can learn from sosmed gaes. Mulai dari tokoh-tokoh masyarakat sampai butiran debu yang cuma bikin kelilipan semua ada di sosmed. Tergantung bagaimana kita menyikapi prahara “lika-liku sosial media”.
3. Bangun komunikasi yang baik

Seperti pada dasarnya, Media sosial adalah tempat untuk saling berinteraksi di kancah dunia maya. Komunikasi itu bisa bersifat aktif atau pasif. Aktif yang di maksud adalah bentuk nyata dari interaksi di room chat, atau di kolom komentar. Sementara yang di maksud komunikasi pasif adalah menjadi pengintai yang baik. Mengetahui perkembangan berita, mengetahui perkembangan keluarga, kerabat, dan sahabat, mengetahui hal-hal yang up to date tanpa turut serta langsung kedalamnya. Mungkin akan lebih familiar kalo disebut kemal, kepo maksimal. Haahaha… upss..
Buat saya pribadi si, itu oke-oke saja. Bukannya hal-hal yang kita bagikan di sosial media itu memang untuk konsumsi publik ? Lantas kenapa harus takut di kepoin orang ? Atau enggak terima kalo dikepoin orang.
Oke back to your self.
Bytheway, saya menulis catatan ini bukan ajang sok-sok-an atau merasa paling bener sejagat raya. Bukan begitu, ini cuma catatan dalam ajang pembenahan diri, baik itu bagi saya pribadi atau bagi kalian yang sempat meluangkan waktu untuk membaca.
Sekali lagi jangan lihat siapa yang berbicara, tapi dengar apa yang dibicarakan.
Kalo ada yang menyangka atau menyudutkan catatan ini sebagai sindiran untuk oknum-oknum tertentu.
Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. 
And finally..
Comeon reset your mind !
Wakeup tobe a good people, day by day.
I love you gaes, :*
@shintajulianaa
dalam proses revisi diri !

Dear Tika…

Tuhan yang baik..

Untuk kebeberapa kalinya aku kembali merasa bersyukur atas smua pemberianMu. Ya, sahabat. Sahabat yang selalu mengajak untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Sahabat yang tak hentinya mengingatan banyak hal tentang hal-hal yang tidak disukaiMu dan sunnah-sunnah yang sangat disukaiMu.

Tuhan yang tak pernah salah atas semua firman-firmannya, yang mana perempuan baik untuk laki-laki baik dan begitupun sebaliknya.

Kemarin malam, aku berbincang panjang dengannya, tentang rencana pernikahannya yang insyaallah akan di laksanaan pada tahun ini. Entah aku yang tau bagaimana awal mulanya, aku yang banyak terlibat dalam semua script pencariannya hingga pada akhirnya memutuskan berlabuh di hati pria yang tak lain adalah teman semasa belianya.

Tuhan,,, aku benar-benar bahagia untuknya.
Dia perempuan baik-baik dan pantas bersanding dengan pria baik-baik.
Dan janjimu benar adanya, tak pernah salah, tak pernah meleset walau seinci.

Dear Tika Azasi..
Semoga Allah selalu menyertai semua rencana baikmu.
Semoga Allah dan ridhonya bersama sayap-sayap harapanmu.

Ini mungkin tidak akan menjadi note panjang seperti note-note sebelumnya. Maaf, aku sedang tidak punya banyak waktu luang. Terlebih ini tanggal-tanggal tua. Aku hanya ingin menulis gemericik syukur atas bahagiamu. Meski sedikit, meski semenit, aku tetap ingin menjadikan kamu bagian dari beberapa tulisan blog ini, meski kecil, meski tak banyak.

Dear Tika…

Lahirkanlah putra-putri yang shaleh dan shalehah. Semoga kesabaran selalu menyertaimu atas semua hujatan “hijrah” mu dari mulut-mulut usil yang tak pernah mengenalmu.

@shintajulianaa
23 Feb 2016
Note di tengah situasi kejepit, ribut, riweuh.

Hujan Bulan Desember

Dimulai dari Hujan Januari lalu…..
&
Berakhir…
di… [sini]

Klik sumber gambar

barangkali hidup adalah doa yang panjang, dan sunyi adalah minuman keras. ia merasa Tuhan sedang memandangnya dengan curiga; ia pun bergegas.” 

― Sapardi Djoko DamonoHujan Bulan Juni

Hujan Bulan Desember. Ini mungkin akan menjadi catatan terakhir tentang cinta di tahun 2015. Ku harap ini memang yang terakhir. Entah bicara cinta atau apa, bagiku semua sama sekarang. Tidak ada beda. Aku sudah lupa bagaimana rasanya cinta, atau memang aku terlalu menenggelamkan diri untuk lebih mencintai diriku sendiri ?

Hujan Bulan Desember. Bisa saja ini  menjadi catatan rindu terakhirku di tahun 2015. Bersama hujan Desember yang kubiarkan menggali semua kenangan lama yang mulanya aku kubur dan tak pernah ingin aku sentuh lagi. Cinta atau rindu, semua nampak sama. Aku tak begitu lagi mengenali keduanya. Selain bahagia ya aku tertawa, atau selain bersedih lalu kemudian aku menitikkan air mata. Sisanya… Aku biarkan mengalir begitu saja. Seperti air hujan desember ini.

Mungkin Hujan ini berbeda dengan hujan tahun sebelumnya. Dimana mungkin, cinta dan rindu masih lekat aku rasa. Dimana mungkin bahagia dan pilu bisa aku samarkan seiring kepergiaan atau kedatangan cinta itu sendiri. Mungkin aku sedang ingin menutup Desember ini dengan sedikit cinta. Meski nyatanya yang kulihat hanya bayangan dari wajahku sendiri.

Berjalannya waktu yang terus membuatku tumbuh. Membuatku lebih jauh dari hanya sekadar bicara cinta. Sudah enggan rasanya aku bicara kamu. Bukan lupa, tapi jarak memang tercipta seiring waktu. Waktu menyeretku lebih dari sekedar ke perempatan. Lebih jauh lagi. Sampai aku sadar, aku benar-benar sudah tumbuh.

Sekarang, aku mencintai diriku. Sebagaimana dengan semua peristiwa yang tak kubiarkan secuilpun membuat jiwaku rapuh. Sekarang, aku mencintai masadepanku. Sebagaimana tak kubiarkan seorangpun mengganggu apa yang sedang berusaha aku raih. Sekarang, aku menghargai diriku. Sebagaimana tak kubiarkan satu cintapun membuatku lupa akan diriku.

Hujan ini memang sedikit membawa kenangan lalu. Mungkin terbawa angin, tapi aku biarkan. Toh, nantipun akan tersapu  hujan.

Bilamana ini memang layak jadi penutup. Aku tutup dengan seribu syukur. Bilamana ini memang pilihan akhir sekalipun tanpa pernah berani aku memilih, aku tetap akan menjalani ini dengan penuh rasa syukur.

Banyak hal yang aku dapat. Sebagaimana bukan hanya peristiwa kamu saja yang turut serta membuatku bergerak maju. Banyak hal bisa aku syukuri. Sekali mungkin sebelumnya aku sempat merasa sangat tidak bahagia. Bagiku, Cinta hanya sekedar waktu saja. Menunggu waktu untuk terbiasa tanpa, atau menunggu waktu untuk terbiasa ada. Tidak akan lebih dari do’a. Tidak akan pernah lebih dari takdir.

Sekarang aku menulis ini diwaktu senggang sambil menunggu adzan magrib. Diluar mendung, sedikit gerimis. Tak lama hujan akan turun mungkin. Aku meluangkan waktu untuk duduk didepan komputer. Menuangkan isi hati yang sebenarnya sudah tak memiliki maksud istimewa.

Semua berjalan lancar sepanjang tahun 2015. Sekalipun satu rencana gagal berantakan, tapi aku tidak patah begitu saja. Pekerjaanku jauh melesat dari sebelumnya. Pribadiku juga. Lebih bergerak kearah baik. Jauh. Aku kira begitu, ketika aku sadari siapa aku sekarang dan siapa aku setahun belakang.
Aku tetap menjadi aku yang sederhana dan tidak banyak omong ketika bertemu orang baru.
Dan satu yang lebih penting dari semuanya, dari semua omong kosong ini. Aku jauh lebih bahagia sekarang.

Hujan Desember tak pernah mengubah rasa lain (lagi), jika sedikit menyeret masalalu, itu tak akan menjadi apa-apa. Sebab nyatanya, memang aku sudah tumbuh.

Perihal cinta, aku tak begitu ambil pusing. Banyak hal yang harus aku raih di tahun depan. Banyak. Tuhan punya misi lain tentunya. Cinta akan tiba pada saatnya. Lebih dari sekadar mengajarkan luka atau tawa. Kelak, Cinta itu meresmikan dirinya sendiri. Bersama skenario terbaiknya… tanpa cacat. Aku bersedia & siap berbagi segalanya.

Selebihnya, atau sekurang-kurangnya. Aku ingin berjalan dengan bahagia.

Terimakasih 2015.
Terimakasih Hujan Desember.
Terimakasih untuk waktu introspeksi yang panjang.

Terimakasih segalanya.

Aku tumbuh bersama januari, dan kembali saat hujan Desember (nanti).

@shintadutulity
yang tertinggal biar tinggal.
aku tetap ingin bergegas pergi !

Perbincangan Desember 2015 tentang Resolusi 2016

Desember 2015.Menginjak pertengahan Desember menjadi alarm tersendiri untuk saya pribadi. Desember yang tinggal tersisa beberapa hari, melampirkan banyak list target yang masih mengantung untuk segera di raih. Januari 2016, benar-benar cambuk keras untuk setiap usaha yang masih gini-gini aja.

Tadi siang saya dan teman saya terlibat obrolan panjang tentang persiapan masadepan. Masa depan dengan segala kemungkinan buruk, juga dana kehidupan yang tak akan mudah apalagi murah. Me-review kembali tentang masa kerja yang panjang dengan apa yang sudah dihasilkan, ini benar-benar menjadi cambuk keras. Kemana perginya semua rupiah yang dihasilkan tidak hanya dengan senyum palsu itu ? Tidak hanya cukup dengan menggadaikan satu menit setiap harinya. Bahkan lebih dari itu. 

Obrolan panjang itu mengarah juga ke perencanaan anggaran di tahun 2016. Tentang daftar-daftar hal yang akan membutuhkan banyak dana ( lagi ) juga segala kemungkinan yang bisa saja tidak terdaftar tapi membutuhkan dana banyak.

Sia-sia. Tidak berbekas. Tidak ada hasil investasi dari dana penghasilan selama ini. Yang ada, semua barang yang hanya memiliki daya jual rongsok. Otak saya berfikir keras. Hidup memang tidak pernah murah. Segala kemungkinan buruk tidak pernah mau memberi jarak toleransi.

Simpulan dari nasehat panjang lebar dari teman dan tante saya sepanjang bulan Desember adalah : Stop Budaya Konsumtif.




________________________________________________________________________________

Budaya konsumtif adalah kebiasaan dimana kita membelanjakan uang tanpa pemikiran rasional, tanpa didasari kebutuhan, semua dilakukan hanya untuk menyokong gaya hidup.


Kembali ke perbincangan Desember yang menjadi cambuk tersendiri bagi saya pribadi. Ya, lingkungan saya bekerja menjadi ruang belajar kedewasaan tersendiri bagi saya. Juga asupan-asupan keras dari tante saya yang terus mengingatkan bahwa, Hidup itu tidak murah, apalagi mudah” membuat  pandangan tersendiri bagi saya. Poin-poinnya seperti ini :

1. Sudahkah  punya Tabungan penyelamat ?

Tabungan penyelamat yang saya maksud disini adalah dana mati yang kita simpan untuk berbagai kemungkinan di masa depan. Baik itu sakit atau untuk kebutuhan tak terduga lain yang benar-benar urgent.

Me            : “Emang berapa mba, aku sih minimal 10jt aja buat jaga-jaga segala kemungkinan”. 

Mba Puji   : “Murah amat neng. Kamu fikir masadepan semurah itu” 

Me            : “Tapi kan aku juga punya cicilan untuk dana invest mba nantinya”. 

Mba Puji   : “Invest beda lagi. Invest biarin bergerak. Tabungan enggak boleh nyestuck. Kamu fikir hidup kamu bakal mulus terus. Optimis banget pengeluaran bakal flat gitu aja”. 

Me             : “terus berapa mba?” 

Mba puji    : ” Minimal 50jt”. 

Me             : “ Whaaaatttt ?”

Masih dengan ekspresi melongo. Saya masih sangat-sangat sulit untuk membiasakan diri menabung. Jangankan sampai angka puluhan juta, kisaran hitungan jari-pun butuh pengorbanan luar biasa. Kembali Dia menjelaskan tentang masadepan itu gak murah. Mulai dari rancangan biaya pernikahan, melahirkan, juga biaya duka untuk segala kemungkinan buruk. Hidup memang harus selalu dimulai dengan kemungkinan buruk. Jika manis yang dikecap, itu bonus. Kita tetap harus waspada untuk setiap situasi dan kondisinya.
Benar, tidak bisa dipungkiri, hidup memang akan selalu mahal. Malah seiring bertambahnya usia, bertambah pula kebutuhan. Semua berjalan naik. Lantas bagaimana dengan tabungan ? Sudah dipersiapkan sampai mana ?
Kalo bicara tentang resolusi, semua gencar membuat daftar. Nomor satu sampai sekian tertulis atau setidaknya tergantung didepan langit-langit mimpi. Namun, perjalanan merubah yang sudah jadi kebiasaan itu tidak mudah, pun meraih yang berada diatas tanpa melompat itu mustahil.

Me           : “Tapi kan aku banyak kebutuhan mba. Aku tinggal sendiri disini yang apa-apa sendiri. Kebutuhan aku tuh enggak sedikit.”  

Mba Puji : “ Yang mahal itu kebutuhan apa gaya hidup ?”

Lagi-lagi saya merasa terlempar ke dasar. Jika flashback ke tahun 2011 sampai sekarang, memang sebagian besar adalah pengeluaran gara hidup. Mulai dari mengakrabkan diri dengan suasa mall, rajin hangout sana-sini, rajin mencicipi menu satu resto ke resto lain, sampai lebih berminat membeli barang branded. Ya, itu semua gaya hidup. Tuntutan lingkungan dan kebiasaan yang tidak bisa dikendalikan. Berapa banyak rupiah yang terbuang hanya untuk membeli “zaman”  ? hanya karena takut dibilang “kuper” ? berapa banyak ? Saya tekankan, -Tidak sedikit.

2. Sudahkah ada pemantapan kearah “investasi” ?

Me       : “kalo aku beli itu ( gak bisa disebutkan ), aku susah bagi-bagi uangnya. Cicilan tahun pertama, pasti bener-bener nyekek banget”. 

Tante   : “Terus mau sampe kapan kamu gini ? beli barang-barang enggak jelas. Uang entah kemana. Mendingan susah pas muda, tua bahagia neng”. 

Tante   : “beli tuh hal-hal yang kedepannya prospeknya bagus. Kerja empat tahun masa cuma bisa beli nasi bungkus doang.”

Definisi bekerja bagi tante saya bukan hanya perihal tentang kemampuan kita membiayai hidup ( sandang & pangan ). Tidak hanya terhenti disitu. Tapi definisi bekerja baginya adalah sarana untuk menyiapkan masadepan dengan sebaik baiknya. Memanage segalanya dengan detail. Lebih luas dan lebih panjang dari hanya dana tabungan penyelamat.
Perhitungan bekerja yang sudah menginjak lima tahun bukan lagi mencari dana untuk senang-senang. Semoga saya memang sudah bosan dengan segala bentuk gaya hidup yang belakangan membuat saya menyesal setengah mati.
Jika ditahun pertama, kita banyak menggunakan gaji untuk menuruti ego kita, hal ini tidak lagi berlaku untuh tahun keempat. Mall, barang-barang brended, Hangout tempat-tempat ternama, bukan lagi menjadi tujuan kami (semoga). Ada yang jauh lebih bermanfaat dari itu, ada. Dan smua akan sadar pada waktunya. Saat kehausan “gaya” sudah mencapai titik jenuh. Sekali lagi, semoga saya memang sedang dalam perbaikan kearah sana dan diberi langkah yang istiqomah.
Well, simpulan dari semuanya, saya memerlukan rombak besar-besaran tentang dana pengeluaran. Lalu mengalokasikan sisanya untuk hal-hal yang jauh lebih bermanfaat.
Bytheway, makasih mba puji dan tante eli untuk semua advise. Desember kali ini jadi cambukan buat saya. Semoja Januari pantas saya pijaki dengan kaki lebih baik, lebih giat menabung, lebih berani investasi. 
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ 
Yo nabung yo… Yo lebih produktif lagi membelajakan gajimu !

@shintajulianaa

lagi dalam proses penghematan keras. 
lagi dalam proses memperbaiki gaya hidup yang salah.
lagi dalam proses menabung buat anak-anak kita (nanti). #uhuuukk 

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ 
NB : Ini hanya resolusi materi, belum lagi ke arah karakter pribadi yang masih acakadut mirip butiran reginang atau asap damri. Banyak yang harus diperbaiki. 



TAHAP-TAHAP MENIKAHI ANAK GADIS !

Nikah. Menikah. Jodoh. Pembahasan yang sudah menjadi hal yang asyik diperbincangkan untuk mereka yang sudah menginjak usia diatas 22 tahun. Galau karena penasaran tentang “Siapasih jodoh kita” atau galau karena “modal nikah” yang diluar dugaan, sering menjadi perbincangan mereka di kalangan anak muda masa kini.  
Untuk sebagian kaum pria yang sudah memiliki kandidat calon istri masa depan dan siap untuk membawanya ke jenjang yang lebih serius otomatis harus melewati hal sakral yang disebut Pernikahan. Nah, apa aja sih tahap-tahapnya…

Simak yu,

#TAHAPTAHAPNIKAH #VERSI #SHINTADUTULITY ( Bukan Versi On The Spot Yaaaa )

1.       Perkenalan pribadi masing-masing
Tahap ini mungkin bisa dibilang tahap pedekate dalam istilah anak-anak muda. Tahap dimana apabila seseorang memang berniat menjadikannya kandidat calon pendamping masa depan, otomatis harus saling terbuka satu sama lain. Jadi kalo kamu-kamu baik lelaki dan perempuan yang sudah ada niatan ke jenjang serius, diwajibkan untuk saling terbuka. Beda ya sama sebagian anak muda yang pdktnya karena niat pacaran, mungkin mereka akan adu gengsi. Menutupi kekurangannya sebisa mungkin, dan menonjolkan segala hal yang baik-baik agar dinilai oke. Bahkan tak jarang juga, mereka yang pdkt karena niat macarin itu berusaha menjadi sosok yang didambakan objeknya, padahal si jauh banget dari istilah be your self.

Yang ingin saya kupas disini adalah pdkt yang lebih matang. Pdkt yang lebih serius ketimbang hanya ingin mendapatkan pujian atau sanjungan dari gebetan.
Kenapa si harus terbuka ? Bukannya kita wajib menyembunyikan semua aib kita di mata orang lain ?

Yapps… terbuka disini maksudnya segala prosesnya, apa adanya kita, sikap, karakter, masalalu, keluarga, semua poin-poin penting tentang peristiwa yang sudah dan ingin terjadi diceritakan dengan murni (tanpa cerita tambahan yang dibuat-buat).  Karena dalam tahap ini, masing-masing boleh menentukan keputusan lanjut atau tidaknya tergantung dengan penilaian akhir. Enggak mau kan dibilang “beli kucing dalam karung.” Enggak mau juga kan suatu saat nanti denger komentar “ah ternyata suami gue homo” atau “gue enggak ngerti kapan istri gue operasi kutil di betisnya” . And so…. Jujur dan terbuka itu penting demi mencegah segala bentuk penyesalan yang tak terduga diantara masing-masing pihak kedepannya.
2.       Perkenalan keluarga masing-masing
Menikah. Menikah itu lain halnya dengan pacaran yang hanya akan berhenti dikata, “ aku cinta kamu, kamu cinta aku”. Sudah sampai disitu. Bukan juga hanya tentang, “Aku terima kamu apa adanya, dan aku siap ada buat kamu kapanpun”. Bukan juga seperti itu. Semua tidak hanya berpusat antara kamu dan si dia. Lebih jauh dari itu. Lebih besar lagi lingkarannya. Menikah itu adalah kesiapan dari keluarga kedua belah pihak untuk saling menerima. Karena pernikahan itu menyatukan dua keluarga yang tadinya tidak saling mengenal, tidak saling tau menau, tidak saling membutuhkan, tidak saling peduli, menjadi saling. Jadi ini membutuhkan penerimaan bukan hanya di mata si-dia tapi juga dimata keluarganya.
Otomatis dalam hal inipun kita harus terbuka tentang bagaimana keadaan keluarga kita. Usahakan jangan hanya mendengar dari mulut tapi berusaha terjun langsung ketengah-tengah keluarganya, ,menelaah dengan kaca mata sendiri lebih bisa memberikan penilaian terbaik dari pada hanya mendengar dari mulut. Tapi untuk kalian pria yang sudah berani menginjakkan kaki di keluarga perempuan, otomatis poin pertama tentang pengenalan pribadi si perempuan sudah masuk kategori OKE ! YES, I Want YOU !
Lah kok gitu ? berarti kalo udah kenalan sama keluarganya udah gak bisa nikung lagi dong ?
Bagi mereka lelaki kekar dalam artian punya tanggungjawab dan rasa malu atas tingkah lakunya, pastilah hal seperti nikung, lari dari tanggungjawab ( mau dekat tapi gak niat nikahin ) itu gak akan pernah terjadi. Kenapa ? karena jika suatu saat nanti si pria melakukan hal yang menyakiti si perempuan, otomatis yang harus dia hadapi bukan hanya perasaan perempuan itu, tapi juga ayah dari anak yang sudah dia sakiti. Maka, ketika selesaipun tidak hanya cukup antara perempuan dan pria itu saja, tapi harus ada pula penyelesaian kepada pihak keluarga perempuan terlebih ayahnya.
Terus kalo misal udah ada pembicaraan sama pihak keluaga perempuan, eh dia malah lari gitu aja gimana ? And you know lah, dia bukan pria baik-baik. dia tidak bisa menghargai kamu juga keluargamu.

3.       Poin 1 & 2 LOLOS. SIAPKAH KAMU MENIKAH ?
Kemarin saya dan teman saya mengupas habis tentang ini. Mulai dari prosesi lamaran hingga tektekbengek pritilan resepsi. Simpulan si pria…
“ NIKAAAAH ITU MAAAHAAAAAALLLLLLLLLLLLLLLLL.”
Well, nikah itu mudah bagi mereka yang mengesampingkan gengsi dan tidak diperbudak gaya hidup. Nikah itu murah bagi mereka yang hanya ingin menjalankan sunah.
“TAPI KAN NIKAH ITU SEKALI SEUMUR HIDUP,  PENGENNYA BERKESAN.”

That’s right. Setiap wanita juga pasti punya mimpi, resepsi pernikahan yang beda dari yang lain. Dengan segala rentetan adat yang kental biar lebih kerasa sakral, dengan kebaya atau gaun-gaun cantik, juga dengan pelaminan yang megah. Tapi kembali lagi, modalnya ada enggak ? Gubraak… kalo udah nyentil masalah money-money-money…  pusingnya bukan kepalang. Apalagi untuk pria yang punya harga diri tinggi, yang punya prinsip,
 “gue tuh mau ngambil anak orang, mau seserahan tanggungjawab, yakali dibebanin kekeluarga cewe. Dimana harga diri gue sebagai calon imam. Gue tuh mau ngempanin anak orang, bukan sapi yang cukup cuma dikasih makan rumput. Yakali diawal udah ngejatohin harga diri dengan modal nikah yang dibagi dua sama pihak cewe. Harga diri brooo… gue junjung sampe mati. Titik.”
ZZZZZ…
Kasih empat jempol buat prinsip seperti itu. #Tjackeeeppppp !
Buat mereka yang punya saldo di rekening dengan limit di atas angka 100 si its oke ya. Gak masalah banget.  Tapi, buat sebagian pria yang punya modal tipis tapi niat banget buat bahagian wanita pujaan hatinya dengan resepsi yang luas biasyyyaaaa, kalo enggak ada niat buat yuuu usaha bareng, nabung bareng-bareng, yaa piyeee tok mas ? adek keblenger !
Emang apa aja sih printilan nikah yang kadang dilupain di list budget nikah sama pria :
a.       Souvenir
b.      Undangan
c.       Bahan ( untuk baju seragaman )
Duh ko bisa dilupain si hal penting semacam itu ? jangan disepelein loh mas, perintilan kayak gitu nguras saldo rekening juga loooh.
Hehehehe…
Jadi simpulannya :

Masih mau menjunjung harga diri sampe mati dan mengesampingkan resepsi impian atau menurunkan sedikit ego dan mau diskusi bersama perihal modal nikah ?



Klik Sumber Gambar

Poin penting dari semuanya, JANGAN SAMPAI KITA TERPUSAT KE MODAL NIKAH LALU LUPA MAKNA MENIKAH SEBENERNYA. 
Maksudnya :
Karena menikah yang lebih nyata itu bukan hanya ketika resepsi tapi justru setelahnya. jangan sampe kita fokus ke modal nikah, habis-habisan demi resepsi yang wah, ngutang kiri kanan buat sewa tenda / gedung yang megah tapi setelahnya malah dikejar suku bunga bank. Akan lebih membanggakan jika budget yang segunung itu digunakan untuk DP KPR Rumah. Lebih bangga dong. udah nikah langsung tinggal di rumah baru, sekalipun nyicil, sing penting enggak dikejar setoran juragan kontrakan. 

#INISIVERSIELUSHIIINN
______________________________________________________________________ 
Duh shin, postingannya kok gini amat. Efek sharing abis-abisan sama cp pria ni ( calon pengantin pria ).
HAHAHAHAA….  MAAF SHINTA TERBAWA SUASANA.
Semoga bermanfaat buat kalian yang mau menuju kearah sana ya….
@shintadutulity

Kecjuup sakral buat mereka yang sedang berjuang nyari modal nikah J


Random Chatting…..

“Aku gak nyangka bakal dikenalin secepat ini. Keluarganya welcome banget. Bahkan ibunya cerita banyak. Aku gak nyangka. Aku masih sulit percaya kalo emang jodohnya aku adalah Dia”.

 “Kemarin Dia datang. Dia minta suruh bikini kue sus. Tapi sayang flanya gosong. Huhuhu… Tapi untung ada coklat pasta. So far so good lah, Buktinya dia makan sampe abis. Udah gitu, kita sholat magrib bareng. Dia bacain surat Ar-Rahman. Minggu kemarin, kita bahas ini. Surat pengantar Ta’aruf”.

“kayaknya enggak sebanding deh, kue sus gosong hadiahnya Ar-Rahman.”

***
Kira-kira itu penggalan cerita tadi malam. Cerita dari sahabat dekat saya, yang semoga hatinya tetap dijaga dalam kebaikkanNya. Tidak dapat dipungkiri, atau tidak dapat pula tergambarkan. Seorang wanita memang hanya butuh diperlakukan “special” meski memang wanita tetap makhlukNya yang penuh kekurangan.
Kadang Lelaki Lupa, bahwa “Special” tidak harus melulu tentang “Price Tag” tidak harus melulu tentang “pujian”. Mereka lupa, bahwa justru perlakuan yang dari hati yang tulus akan jauh lebih terasa istimewanya.
Mungkin bagi seseorang wanita yang meletakkan kehormatannya pada “Price Tag” akan menganggap perlakuan diatas biasa aja. Nothing special. Saya tidak akan berbicara tentang “Matrealistis”, Karena nyatanya setiap pribadi meletakkan prioritas berbeda dalam jajaran hidupnya.
 Ada wanita yang meletakkan kehormatannya pada barang-barang branded, pada pujian dari mulut ke mulut, ada juga yang meletakkan kehormatannya pada apa yang keluar dari dirinya ( innerbeauty).


Jujur, saya lebih tertarik untuk meletakkan kehormatan saya pada apa yang keluar dari diri saya pribadi. Dari pemikiran saya, dari ucapan dan tindakan saya. Saya tidak terlalu mengejar pujian, dan lain sebagainya.
Kembali lagi ke label pria di mata wanita. Kalian, pria-pria mapan yang mungkin akan lebih banyak tempat di mata dan hidup wanita kebanyakan. Saya tidak mau berbicara munafik. Mapan, memang hal yang penting untuk seorang pria. Bahkan dijadikan modal untuk mau “membeli” wanitanya. Tapi jangan sampai kalian lupa, Bahwa yang lebih penting dari itu adalah karakter. Jangan sampai kalian hanya berhenti disitu, memberi nafkah lahir sampai lupa dengan yang bathin.
Jujur saya tersentuh saat mendengar sahabat saya bercerita. Seorang pria yang cukup faham beragama. Seorang pria yang dengan gigih, ingin membelinya. Bukan dengan harta, pun dengan tahta. Tapi dengan pengetahuannya. Pengetahuan tentang bagaimana harusnya seorang imam. Dan dia menerapkannya dalam setiap fase pendekatannya. 
 Bagi saya, adakah yang lebih baik untuk seorang wanita selain diperlakukan dengan hormat, dijaga dengan baik oleh seorang pria ? Adakah yang lebih penting dari karakter seorang pria dewasa yang mau menuntun wanitanya  agar lebih baik ? Bukan sekedar menuntutnya saja.
Ini akan menjadi catatan panjang jika dilanjutkan dengan gamblang. Karena setiap orang punya pandangan berbeda. Tergantung dari sudut mana pandangan itu di arahkan. 
Saya pernah terlibat dialog serius dengan seorang rekan kerja saya. Kira-kira isinya seperti ini;
“Setiap perjalan kita, semakin diatas, semakin pribadi kita baik, maka yang akan kita temuipun bukan orang sembarangan. Karena bunga edelweiss tidak akan pernah tumbuh di dataran rendah.

Saya percaya. Karena semakin menjadi pribadi yang baik, maka yang kita temuipun adalah mereka dengan tahap perbaikan diri juga.

So Ladies,Who Do You Want to Meet With? 

@shintajulianaa
Sedang dalam fase memantaskan diri 🙂

( RE-VIEW ) #BandungdiMataku

Bandung…
Bandung tak pernah berhenti memikat hati. Bandung tak pernah berhenti membuat saya ingin selalu menemuinya. Bandung, Cintaku tlah tertambat mati untukmuu.. eaaa….

Dear Bandung…
Kota seribu kisah dimata pecinta sastra,
Kota seribu karya dimata pecinta seni,
Kota seribu kenangan dimata kita,
.
.
PENIKMAT MASALALU.
Gak enak ujungnya~~
____________________________________
Segitu aja deh intronya. Lagi males ngomong manis. Ini mungkin akan berakhir jadi draft lagi kalo-kalo dipertengahan tulisan, tiba-tiba ide buyar lalu stuck. Iya, tulisan ini sebenernya uda bersemayam lebih dari dua tahun lalu. Beberapa kalimat sempat keluar, tapi cuma berakhir jadi DRAFT. Bingung mulai darimana, karena kalo ngomongin tentang kota ini, agak sensitive banget pastinya. Atau Cuma perasaan saya saja ? ( ah.. mungkin Cuma perasaan dek shinta saja) OKE SIPPP ! ! !
Bandung ! ! Kota romantis yang mampu menciptakan kenangan manis. Iya manis kalo misal disambangin sama pacar, atau orang special. Kota seribu tawa yang mampu melupakan duka kalo dinikmati bareng sama kawan. Kota nyaman yang mampu menghilangkan lelah kalo dinikmati bareng keluarga. Komplit kan ? ?
Iya itu Bandung kita, Bandung Kami. Bandung milik Kami. Beserta seribu satu kisah kasih didalamnya. Kasak-kusuk di hatinya. Haha…  Bahasanya udah kaya yang tinggal disana aja. Padahal kesana palingan 2 kali dalam setahun. Tapi jujur, Bandung emang punya sejuta pesona. Selain menawarkan berbagai tempat wisata yang keren, tapi juga menghindangkan jajanan yang tak kalah enak. Letaknya yang dikelilingi pegunungan, membuat udara disana seger banget. Cocok buat kalian yang berniat relax sejenak dari rutinitas sehari-hari yang gitu-gitu aja.

“INI SEBENERNYA MAU CERITA APA KASIH GAMBARAN TENTANG KOTA BANDUNG DOANG SIH “

Niat awal pengen ngpost tentang perjalanan singkat saya di Bandung. Enggak banyak si, enggak terlalu sering juga si. Tapi cukup lah ya buat jadi kepingan puzzle yang emang layak banget di jadikan cerita manis. 
Bandung bagian satu.

Kira-kira pertengahan tahun 2013 lah ya, saya mengunjungi Bandung dengan keluarga saya. Berdasarkan recomendasi dari teman tante saya, Kami memutuskan untuk menginap di The Valley Resort daerah Dago Pakar. Kalo masalah pemandangan, gak usah di tanya lagi. Pokoknya the best banget. Posisi Resort berada di atas perbukitan itu, menawarkan banyak makanan yang patut banget di acungi jempol. Fasilitasnya juga lengkap banget, mulai dari Bistro Café, Suki Garden All you can eat ala “carte” ( Yakiniku & Shabu-shabu ) , Rooftop Café ala Sundanese Food dan masih banyak lagi. Menu wajib banget yang harus dicoba kalo datang kesana adalah es kopyor. Hmmm… rasanya maknyos banget. Beda deh. Nagih !

Ini Menu Sarapan ala The Valley Resort. Menunya banyak banget. Mulai dari sarapan khas indonesia sampai western.

Ini salah satu menu yang kami pesan yang tersedia di Rooftop Kafenya The Valley Resort. 

Alhamdulillah dokumentasi masih lengkap di Facebook tante saya. Jadi bisa digunakan untuk mendukung Review The Valley Resort. 

Satu lagi yang gak boleh ketinggalan kalo jalan-jalan disana. JLN. RIAU !

Di jalan Riau Bandung banyak terdapat Factory Outlet yang memiliki ciri khas masing-masing dan tentunya berbeda satu sama lain. Buat kalian yang suka berbelanja, JLn. Riau boleh jadi alternative jika singgah di kota Bandung.  Oh ya.. selain banyaknya FO atau Factory Outlet, di Jalan Riau juga banyak banget jajanan pinggir jalan yang rasanya tak kalah enak lho. Untuk kebersihan dan rasa, gak usah diragukan. Bandung juaranya.

Kalo Kalian biasa menikmati jajanan pinggir jalan dengan kucuran keringat, juga bau gak sedap asap kendaraan, lain halnya disini. Udaranya sejuk banget, soalnya pohon-pohon besar masih berdiri tegak.

Sayang banget foto-fotonya udah gak ada. Kebetulan pas kesana juga, saya masih belum berjilbab jadi yagitulah.

“Kok jadi semacam ReView ya… gak apa-apalah, yang penting tujuannya berbagi informasi sambil mengendapkan beberapa perjalanan manis.”

Bandung bagian kedua. 

Kira-kira pertengahan tahun 2014, Saya kembali berkunjung kesana. Bertepatan dengan hari jadi Bandung ( lupa deh detail tanggalnya ). Bandung kalo ada acara macetnya bukan main. Hiksss…. Sedih, hampir sama dengan Kota Jakarta. Malah lebih rumit, karena jalannya yang satu jalur. Jadi kalo salah jalan, ribetnya bukan maen. Udah jalanan macet, ditambah muter-muter. FIX KOMPLIT !

Waktu itu, saya dan teman saya yang buta Bandung hanya hafal satu jalan. Kalo gak salah di depan taman jomblo harusnya belok kanan karena kami dari Pasteur, masuk ke komplek ITB. Tapi berhubung Bandung lagi merayakan hari jadinya yang kebetulan juga malam minggu, Jalan yang kami tau ditutup. Alhasil kami harus muter-muter gak jelas di komplek ITB. Jangan tanya GPS, kami samasekali gak kefikiran kesana. Nikmatin deh itu macet sampe jalanan Dago sambil tengok kanan kiri, kali aja nemu jodoh. Eh. Yang terakhir abaikan.

Lupakan macet semalam. Karena kami tetep bisa nikmati dinner di The Valley Resort sekalipun telat 2 jam dari yang dijadwalkan.
Besoknya, Kami mengunjungi Dusun Bambu yang lagi ngehits banget. Kali ini, kami tidak melupakkan GPS. Karena itu makasih banget buat GPS yang udah nganterin dari Dago ke Dusun Bambu tanpa nyasar. #eaaaaaa

Dusun Bambu menawarkan suasana kampung sunda versi dulu. Disini, kamu akan menemukan hamparan sawah yang berundak;-undak, area villa yang rimbun, saung purbasari, danau kecil dengan sampan sangkuriang, restoran, cafe serta area taman bermain untuk anak-anak yang di desain Nyunda banget.

Untuk Kamu yang hobby kuliner, bisa langsung menuju ke area Food Court. Masalah harga gak begitu mahal kok.

Ini Lho yang dinamakan sampan Sangkuriang. hehe… Foto yang ini masih ada, soalnya kebetulan diposting di Facebook dan Instagram.
Bagus banget kan viewnya. 




Bandung ketiga. 

Ini dia, perjalanan Cuma ajang maen-maen yang masih lekat di ingatan ( baru banget bulan July kemarin). Aksi nekat saya juga teman saya di kampung yang nekat ketemu di Bandung. Kami dua-duanya buta Bandung. Kami juga gaptek. Kami tidak didukung fasilitas kekinian. Kami pergi seadanya, nekat ! !

Sempet hampir gagal si. soalnya teman saya mendadak sakit dan harus opname di Rumah Sakit Sumber Waras. Tapi berhubung nekat, baru sembuh sakitpun, dijabanin. Sebut saja demi teman. demi saya. Huhu… terharu banget deh.

“Kenapa si di bilang nekat ?”

I will tell you, now…

Saya sudah Ready to go sejak  jam 5 subuh. Niat banget jam 8 uda di Bandung. Pokoknya gak mau buang-buang waktu. Banyak tempat yang harus dikunjungi. Cuma satu si sebenernya, tapi berhubung saya tidak tau persis lokasinya, jadi ya harus siap sedia dengan segala kemungkinan. Uda rapih dan masih wangi, dengan sabar menunggu si tukang go-jek. Setengah jam berlalu. sistem gak nemuin pengendara buat nganterin saya ke pasar Rebo. Sediiiih…..

Akhirnya saya memutuskan untuk naik angkot ke arah terminal Lebak Bulus. Lokasi lebih deket dan terjangkau, tapi agak khawatir juga bis ke arah Bandung nya enggak ada. Udah lama juga nunggu sampe karatan,  lumutan, dan sebagainnya, itu angkot E-11 jurusan Pasar Minggu-Lebak Bulus gak kunjung lewat. Makin kebuang deh waktu sia-sia. Dengan sangat amat terpaksa, dengan sedikit liat budget yang terbatas akhirnya saya naik taxi. Dalam hati ngedumel “Kalo ujung-ujungnya naik taxi, dari tadi kek. Kan kalo dari tadi pasti sekarang uda di bis. WHAT THE JIZZZZ….. KZL.”

Perjuangan banget deh buat sampe Bandung di perjalanan kali ini. Belum lagi di Pasar Rebonya, ternyata Bis ke arah Bandungnya gak lewat-lewat juga. tapi emang rezekinya anak baik ya ( hihii…) ditunjukin tuh sama ibu-ibu cantik, “neng kalo mau ke bandung mah, bisa naik bis yang ke arah Tasikmalaya. itu lewat Cileunyi neng.”

Finally, berkat petunjuk ibu cantik itu akhirnya saya sampai di Bandung tanpa harus menunggu lama lagi.

et… enggak deh ralat. Emang takdirnya menunggu kali ya, iyaa.. karena pas uda nyampe di terminal cicaheum, ternyata sayapun harus menunggu lagi. Iya nungguin Tika yang salah naik angkot. Kira-kira satu jam saya nunggu. Garing banget. Mana lapar lagi. Enggak ada temen ngobrol. Gak ada jajanan. Enggak bisa maen gadget karena harus hemat baterai. Kalian bisa bayangin gimana muka saya yang semula seger jadi melempem.

Menunggu itu gak enak gaessss ! Apa lagi menunggu kepastian. Gak enak gaesss ! #Eaaaaaaa gitu si kata anak-anak galau medsos. 

Singkat cerita, berkat bantuan mamang gojek yang mukanya ngademin berasa pengen senderan itu, akhirnya Kamipun sampai di tempat tujuan. Di Green Forest, Lembang.

Sayang banget enggak bisa review tentang Green Forest, karena kami datang hanya untuk makan dan berfoto. Berfotopun enggak maksimal karena sekali lagi HARUS HEMAT BATRE !

Cuma ini doang. Foto Terbaik tanpa ketawa. Tanpa gokil-gokilan. Makasih Pak Satpam yang udah mau motoin cewek-cewek keceh ini. #ueeee #pengenmuntahseember

Menurut saya, makanan disini standar si ya… lebih mantep di The Valley Resort. Tapi lumayan lah buat ganjel perut yang kelaparan.

Yang bikin kami terkikik enggak ada habisnya adalah :

“KAMI TERJEBAK DI SANA.”

Mungkin karena kesorean kali ya. Kira-kira hampir jam 5 sore. Nungguin kendaraan umum lewat (apapun jenisnya kami enggak peduli ) yang penting bisa sampai Bandung kota jam 18:00. tapi krik-krik-kriiiiik, angkot, ojek, taxi, angkutan sayuran, buah-buahan, enggak ada yang lewat satupun. miris banget.

Nekat deh, Kami minta tumpangan ke akang-akang yang kira-kira mukanya baik, someah kalo kata orang sunda nya mah. Sampe nemu angkot di bawah. Alhamdulillah dengan 2 kali pasang wajah melas, 2 kali ganti tumpangan, dan sedikit jalan kaki yang agak lumayan, kamipun sampai di lokasi. Lupa apa nama lokasi nya.

FYI ni ya gaesss… dua-duanya tumpangan dari Green Forest sampai ledeng itu GRATIS lho. Orang Bandung mah bageur, enggak seperti Orang Jakarta yang apa-apa diduitin. Mulai deh sukuisme !

Bertambah satu personil di Jalan-jalan kami kali ini. Namanya Singgih, seorang teman lama yang kebetulan kuliah disana  bersedia luangin waktunya yang berharga banget (katanya si) buat nganterin, nunjukin, nemenin kami cewek-cewek rumahan yang biasa tidur jam 10 malam ini luntang-luntung di Bandung.

Kemana aja si kami di Bandung ?

Braga.
Siapa si yang enggak tau Jalan Braga ?

Jalan Braga adalah salah satu icon kota Bandung yang ngehits karena merupakkan lokasi syuting preman pensiun. Itu lho yang ayang bebh, ayang bebh. Mungkin kalo di Jakarta sama hal nya dengan Kota Tua ya. Karena disini Kita bisa menikmati Bandung tempo dulu, kembali ke Pemerintahan Kolonial Belanda. Braga memang menjadi the place to see and to be seen. Ruas jalan yang tak terlalu panjang dengan bangunan tua di sepanjang jalannya menambah kesan klasik. Pertokoan di sepanjang jalan Braga pun tetap mempetahankan ciri khas bangunan berarsitektur tua, sehingga membuat perjalanan kamu semakin romatis. Apalagi kalo di lewati bareng pasangan, sambil gandengan tangan. Dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak. Ngileeer deh….
Setelah nongkrong di Jalan Braga, ( bukan di kafe-kafe ya) Kami nongkrong di depan Alfa Mart. Ngomong ngalor-ngidul, ketawa ketiwi,  kami pun kembali berjalan ke Alun-alun Bandung.
FYI yaa gaes, Buat kalian yang pengen nikmatin suasana romatisnya datang kesini tengah malam ya. Di jamin lebih kerasa berdua nya. Tapi bareng temen juga gak kalah asyik lho… seperti kami yang enggak ada juntrungannya, yang penting happy aja. 

Next. Alun-Alun Bandung.

Banyak yang berubah disini. Lebih rapih, lebih terawat, dan lebih nyaman buat ditidurin. hoaam… jam uda nunjukin jam 2 dini hari. Waktu tidur genk.. hoaam zzz.

Gitu aja deh ya ReView tentang Bandung ketiga nya. And Saya pribadi bener-bener ngucapin banyak terimakasih kepada Tika yang uda bersedia bawa lari saya dari Jakarta. Makasih buat singgih, yang semula enggak bersedia.

You know gaes… Kehadiran mereka bener-bener berarti banget malam itu. Ninggalin luka bulan Mei yang masih kental banget. Huhuhuu….. They are a medicine for me !

Thanks Guys !

Muka-muka kucel. Cuma ini yang tersisa. Gak banyak foto-foto. Enggak Pede, mukanya kucel. Handphone juga uda mulai lowbat. Fix lah seadanya aja. 

Ini Contoh Kenyamanan Kami di Alun-alun Bandung. Nidurin rumput Gaess…. Enggak tau nyaman, enggak tau emang udah ngantuk berat.

Bandung Ke-Empat.

Yey… Finally meetup lagi sama Bandung. 

Tepatnya sebulan yang lalu, Saya kembali menyambangi Bandung dengan sejuta pesona nya.

Kawah Putih. 

Agak butuh perjuangan juga si sampe sini. Selain lokasinya yang jauh banget, juga medan jalan yang perbukitan membut kami harus extra hati-hati. Khusus di Kawah Putih, tidak disarankan untuk membawa kendaraan pribadi sampai gerbang kawah karena selain medannya yang susah buat pemula juga biaya parkir yang sangat mahal. Lebih hemat jika kita menaikinya dengan mobil ontang-anting yang sudah disediakan pihak management untuk sampai di gerbang kawah. Sekeliling Kawah dikelilingi hutan cantigi. Disini juga banyak jajanan dan harganyapun murah meriah. Cocok untuk tujuan wisata keluarga. Setelah dari kawah Putih, kamipun melanjutkan perjalan ke daerah perkebunan teh di Rancabi Ciwidey.


Very like this view because ……

dikelilingi perbukitan yang hijau dengan dengan keindahan mozaiknya. Bener-bener fresh banget. Buat kalian yang pengen nikmatin udara pegunungan dengan hamparan kebun teh yang hijau, Rancabali Ciwidey, bisa jadi pilihan.

Sedikit banget reviewnya. Overall, Bandung selalu punya hal menarik untuk dikunjungi. Bandung selalu punya cerita tersendiri.

Hoaaa…. kangen bandung lagi.

when i can see you again, Bandung ?

I Hope, whenever ! 

—-
————————
Mohon maaf apabila ada salah-salah kata, ataupun Salah penilaian. karena catatan ini hanya berdasarkan penilaian saya pribadi.
———————–
—–



@shintadutulity
#Bandungdimataku

[RE-VIEW] Bali Ratih ! !

Morning good people…
( Nyapa ala-ala host NET TV )

Pagi ini mau ngposting ala-ala ( ala siapa ya ? ) yang jelas bukan yang biasa saya post di shinta’s room. Kali ini berbeda dari biasa. Bukan tentang cinta, galau, gelisah, sedih atau kata-kata puitis. Bukan juga postingan motivasi. Kali ini saya mau NGe-REVIEW Produk BALI RATIH.



By the way udah tau belum si apa itu PRODUK BALI RATIH gaes ? ?

Mungkin ada yang udah tau dan familiar banget sama produk ini, atau ada juga yang mungkin baru banget denger nama BALI RATIH.

Whatever, yang jelas kalian perlu banget tahu tentang produk ini. Simak dulu yu…

BALI RATIH adalah

“Paket Perawatan tubuh yang dibuat dari bahan-bahan alami berkualitas dan terkenal khasiatnya, yang diolah dengan teknologi modern yang bersih dan higienis.”

Kenapa dibilang ALAMI dan BERKUALITAS ?

Karena didalam bali ratih itu sendiri terdapat bahan-bahan tradisional pilihan dengan kandungan extract dari sari buah dan tumbu-tumbuhan yang sudah terdaftar di DepKes RI dan BPOM. Jadi udah pasti aman karena kelegalannya.

Buat sekedar info ni ya gaes, Bali Ratih itu sendiri sudah diekspor ke beberapa negara diantaranya Korea Selatan, Jepang, Malaysia dan lain-lain.

Hmmm… Menarik kan gaes.

Untuk masalah harga juga nyaman banget di kantong. Buat kalian penggemar parfum import yang mahal-mahal, coba deh beralih ke Body Mist nya BALI RATIH. Dari pada beli parfum KW yang wanginya enggak jelas, terus harganya gak murah. BALI RATIH boleh jadi pilihan.

Tuhkan murah banget kan gaes.. beda jauh sama harga parfum-parfum import yang dijual di instagram.

Sebelum lebih lanjut lagi, BALI RATIH menyediakan beberapa lineproduk diantaranya:
* BODY SCRUB
* BODY LOTION
* BODY BUTTER
* BODY MIST

Udah tau belum apa sih BODY SCRUB / LOTION / BUTTER / MIST dan apa aja kegunaannya ? ?

BODY SCRUB atau lebih dikenal dengan istilah lulur ini, digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Wanginya yang down to earth banget bikin kalian ngerasa nyaman dan rilex. Cocok banget buat kalian yang punya aktivitas segudang, agar bisa terlihat lebih fresh dan tentunya bersih, sehat, dan cerah. Kandungannya juga dapat memberikan kelembaban pada kulit dan semua keharuman yang tahan lama. Cara pemakaiannya juga simple banget, cukup pijat-pijat perlahan ke tubuh hingga kotoran terangkat. untuk hasil yang maksimal, gunakan seminggu sekali



Tekstrunya lebih lembut dari pada Produk Scrub/Lulur biasanya . Tapi bisa dengan mudah meresap dikulit dan mampu mengangkat kotoran/sel-sel kulit mati dengan baik tanpa membuat kulit sakit/merah karna butiran scrub yg kasar. yu dicoba gaesss….


BODY LOTION. Kalo istilah lotion mungkin udah gak asing lagi ya. jadi saya gak perlu deskripsikan ulang. hihi…


tuhkan kemasannya chic banget kan. tinggal crot-crot aja gaes..
saya paling suka wangi strawberry yang lembut dikulit dan seger banget,
sekali crott langsung fresh lagi.
bisa melindungi dari sinar UV juga lho gaes…

  

BODY BUTTER. Hampir mirip sama body lotion. Tapi teksturnya lebih padat seperti butter. Buat kalian yang suka pake lotion tapi gak suka lengket, BODY BUTTER bisa jadi alternative. tapi walaupun teksturnya lebih padat, jangan khawatir gaes… produk ini tetep punya daya serap tinggi ko. Cocok banget untuk jenis kulit normal dan sangat cocok untuk kulit kering ( sangat kering).

BODY MIST. Ini dia parfum dengan wewangian alami yang tahan lama.  Aromatheraphy yang merilekskan tubuh dan menghindari kulit dari dehidrasi. Bentuknya yang mungil, gampang banget buat dibawa kemana-mana.



BALI RATIH juga banyak variantnya lho. masing-masing variant memiliki keguanaan yang berbeda.

Mau tahu lebih lengkapnya ? SIMAK yuuuuuu gaes…….

Almond Nut : Mengencangkan kulit, menghaluskan, dan menjadikannya muda dan bercahaya.
Apple : Mencerahkan kulit, dan memperbaiki tekstur kulit serta menyehatkan kulit.
Avocado : Meregenerasi sel kulit, sangat melembabkan kulit yang kering dan rusak.
Chamomile : Melancarkan sirkulasi darah, mengangkat sel kulit mati dengan lembut, menjadikan kulit bercahaya, halus, sehat, dan terlihat awet muda.
Cherry : Cocok untuk kulit normal cenderung kering, merangsang pertumbuhan sel kulit baru, menjadikan kulit halus, lembut dan kenyal.
Chocolate :  Membantu menghaluskan, melembabkan dan menutrisi kulit dengan vitamin dan antioksidan.
Coffee  : Sangat efektif untuk mengangkat sel kulit mati, kotoran, debu dan polusi, membantu meluruhkan lemak, mengurangi selulit dan kaya antioksidan.
Green Tea : Kaya antioksidan, aromatherapy-nya menghilangkan stress, menghaluskan kulit, dan menjadikannya selembut sutera.
Lavender  : Aromatherapy-nya mengurangi stress, member efek menenangkan, melembabkan kulit, dan mempercepat regenerasi kulit baru yang sehat.
Manggo   : Memperbaiki kulit rusak, menjaga dan mengunci kelembaban kulit untuk kulit yang lembt, kenyal dan kencang.
Milk  : Membantu melembabkan kulit menjadikan kulit halus, cerah, serta meremajakan kulit.
Olive : Membantu melembabkan kulit , menutrisi kulit sampai ke lapisan terdalam,  sangat baik untuk kulit kering dan sensitive.
Orange  : Meremajakan kulit, menjadikan kulit sangat lembut, dan bercahaya sehat.
Strawberry: Membantu menjadikan kulit bercahaya, sehat, dan selembut sutra.
White Musk : Mengembalikan kelembaban dan menyeimbangkan serta menjaga kekencangan dan elastisitas kulit. Mengandung aloe vera yang cocok untuk kulit sensitive.
White Rose : Menjadikan kulit terlihat segar, lembut, cerah bercahaya, sehat dan sangat halus.

________________________________
_________________________________


Once again, You know gaesss…

SEMUA PRODUK ADALAH  dermatologist tested SEHINGGA AMAN DIGUNAKAN PADA KULIT and  Against Animal Tested  !!


SO, kalo mau kulit cantik ? INGAT BALI RATIH !

We love Indonesian product!!


For More Question,
ask me 
INSTAGRAM : @baliratihjkt_
Line id             : shintajulianaa

_______________________________
________________________________

Persahabatan Versi KAMI !

SAHABAT BAGI SAYA…
.
.
.
.
.
MEREKA YANG MEMAKSA SAYA  LEBIH BAIK !

     Coba perhatikan percakapan berikut,

Ketika menginjak usia kesebelasan.

Ana : Gue sebel sama si Ino. Masa dia genit-genit gitu.
Ani  : Iyaa ih, nyebelin banget. Gue juga sebel ngeliat gayanya yang sok kecapepan.

( Sahabat adalah Mereka yang sejalan sama kita. Mau salah mau bener, sing penting kebersamaannya. Si Ana gak suka si Ino, Si Ani pun harus gak suka sama si Ino. Masalah si Ana jadi masalah si Ani. Itu persahabatan versi anak usia kesebelasan.)

Ana : (Pesen tas, sepatu kembaran, biar dibilang sehati. biar lebih dikenal. Urusan hati beneran gimana entar, yang penting keren dulu).
Ani  : ( Ih, padahal gue gak suka sepatunya feminim banget. Kurang keren).
Anti : ( Si Ana ngatur-ngatur mulu si. Bete deh.)
Ana + Ani + Anti : ( Fake Smile )
.
.
.
Other : OH ITU GENK KACAPIRIT YANG SUKA NONGKRONG DI WARUNG BABEH DI POJOKAN SONO.

( Sahabat adalah mereka yang kemana-mana bareng, pake barang kembaran, biar lebih dikenal. Biasanya mereka megang prinsip “gak ada lu gak rame” sekalipun “ada lu, gue enek”. Haha… biasanya banyak fake nya si kalo sahabatan macam kayak gini. Keliahatannya solid, tapi isinya mungkin angin doang. Saling gak suka sama lain. Ini juga persahabatan versi anak usia kesebelesan.)

Ana : Ih si Anti mah gitu deh, suka ngupil sembarangan. Jorok. Ueeeekzzz
Ani  : Iya Masa, Upilnya dikasih gue coba kemarin pas lagi nongkrong di Babeh. Ih sebel deh.
( Versi Ana dan Ani saat Anti absen di tongkrongan)

Ana : Kemarin si Ani ngutang sama gue. Masa serebu perak aja ngutang si. Katanya orang kaya.
Anti : Iya, Gayanya doang belagu, dompet mah kere.
( Versi Ana dan Anti, saat Ani Absen di tongrongan)

Anti : Kemarin gue liat Hp si Ana. Isinya sms-an sama banyak cowok tau.
Ani  : Ih sok kecakepan. Mukanya doang sok alim. Taunya munafik.
( Versi Anti dan Ani, sama Ana absen di tongkrongan).

Terus aja gitu. saling ngejelekin satu sama lain. Itu yang namanya solidaritas ? Persahabatan versi sing penting tau privasi masing-masing, urusan dijaga atau enggak ya gimana nasib. haha…

SEMOGA AJA, TIFE PERSAHABATAN VERSI ANAK KESEBELASAN ITU HANYA TERJADI DI ZAMAN SAYA. TIDAK DIZAMAN KALIAN.

5 TAHUN KEMUDIAN.

Saat semua sibuk dengan dunia barunya.

Saat semua sudah punya teman-teman bahkan sahabat baru.

Saat semua sudah punya prioritas baru. bukan lagi tentang “Solid, Keren, juga Beken” tapi tentang “Anak, Suami dan Pemasukkan.”

Saat itulah Alam dengan sendirinya memfilter siapa saja yang pantas ada disekeliling kita. Mereka yang punya visi dan misi sama, sehingga tidak lagi banyak menuntut hal-hal kecil yang berubah besar jika salah satu diantaranya menyalahi kesepakatan.

Pertemuan seperti ini, terjadi saat kedua belah pihak mulai disibukkan dengan dunia masing-masing yang memang punya prioritas penting. tidak seperti lima tahun lalu, dimana sahabat adalah segalanya. Sahabat adalah hal pokok yang harus kita hayomi kemauannya. Bukan lagi seperti ini. Kita yang semakin dewasa sadar, ada garis besar antara baik dan buruk, ada gambaran nyata tentang masadepan yang wajib kita realisasikan. Sahabat tidak lagi melulu tentang “Gak ada lu gak rame”, atau bukan juga tentang “Gue selalu dipihak lu, dalam keadaan apapun”. Semua ini tidak berlaku lagi. Karena saat menginjak dewasa, semakin kita menyayangi seseorang, semakin pula besar keinginan untuk melihatnya lebih baik.

Untuk sekarang, saya sangat bersyukur. Karena alam menjalankan tugasnya dengan sangat sempurna. Hingga dia menyisakan satu kawan lama dari semua filterannya.

Namanya Tika Azasi, sebentar lagi dia berusia 22 tahun. Tepatnya pada tanggal 2 Desember nanti. Bagi Saya dan Dia, Sahabat bukan mereka yang mau selalu ada disaat keadaan terasa buruk. Karena nyatanya kami punya intensitas pertemuan yang sangat minim. Dia tinggal di kota berbeda dengan saya.

Saya mengenalnya sejak berusia kesebelasan, pun mulanya dengan persahabatan kriteria kesebelesan. Untuk lebih lanjut bisa baca rincian persahabatan usia kesebelasan versi saya pribadi disini ( baca yu ).

Ya Alam memfilter semua dengan sangat unik. Tanpa konflik, tanpa keinginan, atau niat untuk memisahkan diri. Semua berjalan begitu saja. Keadaan dan waktu yang akhirnya menyisakannya.

Tuhan mungkin punya niat lain dari persahabatan kami. Dia mungkin ingin Saya belajar banyak darinya. Dia yang rendah hati dengan segala yang dia punya, dia yang sederhana dengan seribu keistimewaannya.

Kalian yang tidak mengenalnya akan beranggapan saya berlebihan. Tapi kalian yang sudah mengenalnya pasti akan punya penilaian yang sama. Meski mungkin sebagian dari yang sama juga akan punya apresiasi berbeda.

Tika Azasi, Sahabat, Teman, yang memaksa mengajak saya untuk lebih baik. Lebih mengenalkan bahwa semua yang kita punya memang hanya pinjaman, yang bisa dengan sewaktu-waktu harus dikembalikkan. Bahwa pada hakikatnya, baik tidaknya manusia tidak hanya sebatas harta, fisik, pendidikan dan status sosial. Dia yang punya banyak hal untuk bisa disombongkan ( kalo niat sombong ). Tapi dia tetap jadi seseorang dengan kehidupan sederhananya.

Sekali lagi saya bercermin darinya. Ditengah maraknya pencitraan melalui medsos, dia tetep selow dengan diri apa adanya. ah pokoknya take its flow banget. Dia yang punya seribu talenta tapi lebih memilih menjadi orang biasa yang terbiasa bisa melakukan apapun sendiri atau sebut saja mandiri.

Tika, Tika, Tika.

Kami bersahabat. Tanpa perlu banyak janji basa-basi untuk saling mengisi.
Kami bersahabat. Tanpa Ego ingin selalu dimengerti.
Kami bersahabat. Tanpa perlu banyak meminta bertemu.
Kami bersahabat. Untuk maju bersama. Lebih baik pastinya.

Kalo ada yang ngmong “pasti dia orangnya serius. so perpect”. Kalian salah besar ! ! !

DIA ITU………….
.
.
.
.
GILAAAAA
> Gak terlalu mementingkan trend dalam berbusana. Sing penting “nutup aurat.”
> Gak terlalu jaga image ( Mau bukti ? liat aja instagramnya di https://instagram.com/tikadudesti/ ) Kalian akan tau betapa Gilanya dia dengan semua postingan yang ehmmmm…… #HAHA )

Kalo ada yang mau temenan Follow aja, lumayan bisa bikin ketawa.

Cukup deh ya. Intinya si, saya sangat beruntung kenal Tika. Tika yang demen banget becanda, tapi tetep punya nilai seriusnya. Tika yang agak somplak tapi tetep dengan seribu nasehat jitunya. Tika yang humble tapi tetap dengan keanggunannya.

Semoga pertemanan kami langgeng. Dan kalopun kemudian Alam memfilter lagi, lalu menjauhkan dia kemudian, bagi saya itu tak masalah. Karena kedatangan terbaik adalah mereka yang bisa memberikan kesan baik. Dan kesan baik datang dari nasehat baik untuk keadaan lebih baik. Dan dia sudah memiliki itu. Giliran dia tebar semua istimewanya untuk yang lain. Jika memang bagian saya sudah harus terganti.

Hey kamu yang hadir dengan seribu ke-absurd-an. Yang ketika bersamamu aku tak peduli orang mau bilang apa. Ketika ketidakwajaran kita menjadi sebuah irama meski tanpa tatakrama. Kamu yang selalu aku cari saat hari sedang butuh canda. Kamu teman, sahabat, keluarga, yang tak bisa ku minta untuk selalu ada. Tapi hadirmu selalu membuat aku tertawa bahagia. Terimakasih sudah ada dan tolong ajarkan aku lebih gila. . . Seharusnya caption ini tertuju buat pacar. Tapi tak apalah, kamu wanita. Kalopun lelaki mungkin kita sudah berijab depan mertua. #enggaknafsujugasiklodeselaki . . Intinya aku nyaman. Sekalipun harus ubnormal. Sukses interviewnya… doa aku mengiringi langkah suksesmu. Ingat kalo berhasil, ada doaku yang turut berperan. Tapi maaf doaku tak berniat mengiringmu ke belahan dunia manapun. Doaku memintamu disini, untuk lebih dekat dan dengan hasil terbaik. Jakarta menunggu… hahahahamiiiiiiinn ! . . Bdw idung aku jongkok banget yee,,,, hahahahaha
A photo posted by Shinta Juliana (@shintadutulity) on

( Gambar  diambil pas kami liburan di Bandung. Bukan liburan deh, lebih tepatnya sekedar main. Kalo mau tau lebih lengkap cerita di Bandung, NEXT ya…)

#SiapaYangMinat  #BacanyaAJAmales  #AMATIR  #OKE  #SUKASUKALU


@shintadutulity 
Untuk Tika yang menjamah duniaku dengan gila

Complicated Feeling ( Heart’s Journey 3 )

Aku menyukai separuh diriku karena berhasil membuatmu tertawa. Separuhnya lagi aku jaga, agar tak membuat kamu kecewa sampai pecah duka lara. Biar saja akan kutunjukkan  bersama waktu yang terus mengikat kita. Bahwa aku tak lebih pantas dari mereka yang sempat kau puja. Apalagi lebih baik. Aku masih jauh dari kata cukup.

Kita memang berbeda. Bukan hanya tentang prioritas diri. Lebih banyak lagi ternyata. Aku baru menyadari, justru saat perasaan cinta sudah aku tata sedemikian rupa. Hingga tidak ada tempat untuk orang ketiga.

Aku khilaf. Mencintaimu hingga sejauh bahkan sedalam ini. Sedang diriku tak bisa menyentuh dunia atau sempitnya hanya cara pemikiranmu. Aku khilaf. Meneruskan rasa yang sudah kuduga hanya akan sia-sia. Kita tak bisa. Kamu tak pernah bisa. Dan aku tak akan pernah mampu.

—————————————————————————–

Klik Sumber Gambar

“You love him?”
“Would you marry him?”
“Love is not enough for a wedding.”That they said that he had tasted the bitter sweetness of life.

@shintadutulity