“Jika teori jawa mengatakan witing tresno jalaran soko kulino. Maka kita adalah praktek yang tidak aku sadari.”
![]() |
| Add caption
Will you come home and stop this pain tonight I Miss You | Blink 182 |
“Jika teori jawa mengatakan witing tresno jalaran soko kulino. Maka kita adalah praktek yang tidak aku sadari.”
![]() |
| Add caption
Will you come home and stop this pain tonight I Miss You | Blink 182 |
“Kalau lilin saja tidak mempermasalahkan kesetiannya untuk menerangi gelap sekalipun dia harus terbakar, kenapa aku harus mempersulit hati ku untuk berhenti mencintaimu hanya agar aku terhindar dari patah ?”
![]() |
| Klik Sumber Gambar |
Pahami; aku lebih akan patah saat aku tak berhasil menemukanmu di setiap pagi ku. Aku akan lebih sesak, saat wangi parfummu semakin menjauh dariku. Aku akan lebih gila, saat kamu tak mau tau lagi bagaimana aku. Sekalipun aku lebih tau, itu hanya jadi basa-basi semata. Tapi sekali lagi, semata-mata itu berharga hanya untuk meyakini hatiku, kamu masih di sampingku.
Jadi, jangan coba-coba pergi. Jadi, jangan coba-coba melepaskan genggamanmu atau menghempaskan tanganku yang melingkar kuat di pinggulmu. Apalagi untuk alasan gila yang akan benar-benar akan membuatku gila.
Jika kamu lelah menggenggamku, aku bersedia menggenggammu erat. Seerat dan sebisa mungkin sampai tak ku biarkan siapapun merebutmu. Bila akhirnya kamu membenciku karena merasa tercekik karena ke egoisanku ? Aku tak akan patah karena itu. Asal selama kamu melakukkan itu, kamu tetap berada di sampingku.
Aku bersedia patah jika untuk menemanimu. Bahkan aku akan mematahkan keseluruhan yang aku miliki jika di perlukan untuk modal menemanimu sepanjang waktu.
Aku bersedia tuli jika untuk selalu mendengarkan segala teriakanmu yang tak kuat lagi berada di sampingku.
Aku bersedia buta jika untuk melihatmu tak menginginkan lagi adanya aku di hidupmu.
Aku bersedia gila jika untuk tak menyadari kamu mencintai perempuan lain.
Aku bersedia mati jika untuk bersamamu.
Ini gila. Itu katamu. Kamu merasa gila karena terkungkung bersamaku. Dan aku gila karena selalu menutupi alasan kepatahanku. Kamu bilang melepaskanmu adalah kado terbaik dari ku. Tapi bagiku melepaskanmu adalah awal dari kegilaanku yang lebih lagi. Kenapa ? Aku tak bisa membiarkanmu bahagia jika harus lepas dari ku. Kenapa ? Aku menyakitimu ? Biar. Biar sama-sama saling tersakiti. Dengan begitu kita bisa saling bersama sekalipun hanya untuk melukai. Itu lebih baik dari pada aku membiarkanmu pergi. Lantas kamu bahagia sementara aku mati sendiri. Lantas kamu pergi sementara aku tetap merasa terlukai.
Jangan salahkan aku.
Jangan salahkan cintaku yang membodohi.
Jangan salahkan cinta besarku.
Kamu yang memulainya. Aku hanya menjalaninya hingga tak pernah ku temui ujung. Aku hanya bermain peran. Hanya saja peranku sebagai wanita yang mencanduimu, Gagah. Bila akhirnya kamu tak menginginkanku, itu perkaramu. Bila akhirnya ini menjadi sulit, itu masalahmu. Yang tak mau lagi memahami ku.
Ingat… 3 tahun lalu kamu memulainya. Memberi perhatian, menatapku lekat-lekat, memperlakukkanku manja, menjadikan aku satu-satunya bahagiamu, menjadikan aku ladang untukmu berbagi. Jika akhirnya berlainan dan berubah. Itu bukan perkaraku. Mungkin kamu sedang melihatku dari sudut lain atau mungkin aku sudah membuatmu jenuh ?
Aku tidak pernah berubah. Aku tetap wanita yang selalu menginginkanmu, selalu. Ingat selalu. Aku tidak pernah berubah. Aku masih selalu memberimu perhatian sekalipun kamu lebih sering mengabaikan. Aku tetap menemanimu setia sekalipun kamu lebih sering mengasingkan. Aku tetap akan disisimu, mencintaimu sekalipun kamu sudah tak lagi menginginkan. Aku tak akan berubah.
Bagaimana rasanya ?
Merasa beruntungkah dicintai wanita sepertiku ?
Atau merasa sangat-sangat malang ?
Sekali lagi aku tak peduli. Aku mati rasa. Kamu sudah terlalu sering menyakiti hingga berkaca-kaca bahkan tumpah air mata. Tersakiti sudah jadi perkara biasa.
Aku ingin kamu di sisiku, selamanya tanpa tapi.
Aku ingin mencintaimu, selamanya tanpa mati.
Jika kamu berfikir aku gila. Ini belum seberapa jika aku benar-benar kehilanganmu.
Sekali lagi pahami.
Aku tetap akan di sampingmu sekalipun kamu tak pernah mau melihat. Aku akan berbicara dan selalu memberikan perhatian terbaikku sekalipun kamu tak sudi mendengar. Aku akan di sisimu, selamanya. Sekalipun kamu tak meminta. Aku akan tetap menyimpanmu di ruang hati paling dalam dan ruang paling besar. Sekalipun mungkin aku sudah tidak lagi memiliki secuil apapun dari yang kamu punya.
Jika aku membunuh diriku dengan gila karena ini.
Aku akan membiarkannya sampai benar-benar mati.
Jika aku turut membunuhmu dengan perkara ini.
Aku akan tetap melakukannya sampai kita sama-sama mati.
![]() |
| Klik Sumber Gambar |
![]() |
| Klik sumber gambar |
Bismillah…
Malam ini saya mengikuti seminar super dengan tema “hidup itu pilihan” dibawakan oleh perempuan super. Saya bener2 berkaca-kaca, apalagi pas tiba di slide ke empat dengan poin :
![]() |
| Klik sumber gambar |
Malam ini saya benar2 terdobrak hatinya. Betapa sedihnya saya langsung menelpon keluarga di rumah yang letaknya jauh dari tempat saya berada. Lagi-lagi saya ingin menutup telinga saat bapak saya meyakinkan “teu nanaon, neneng sing jongjong bae di jakarta.” Lalu apa kabar dengan kebahagiaan mereka.
Saya ingat terakhir saya melihat bapak saya, sekitar 2 bulan lalu. Dia jauh lebih kurus daripada 3 tahun lalu. Uban hampir menutupi seluruh rambut hitamnya. Tidak,, bapak sudah semakin menua. Terlebih kabar terakhir yang saya dengar, bapak kena diabetes. Dan saya masih belum berbuat apa-apa.
Ya allah, ampuni saya.
Saya tidak ingin terus-terusan seperti ini. Apa jadinya saya, jika saya kehilangan kesempatan untuk membuat mereka bangga. Apa jadinya saya, jika sudah tidak ada lagi waktu untuk membahagiakan lagi mereka.
Ya allah,,, saya ingin bermimpi.
Bersama langkah pertama saya terjun mencoba peruntungan di dunia bisnis. Belajar, kerja, kerja, dan kerja. Saya harus bisa membeli kebahagiaan untuk kedua orang tua saya. Saya ingin mereka memiliki kehidupan lebih baik di masa tua nya. Saya ingin bapak tak perlu lagi berfikir untuk membeli nasi serta lauk pauknya. Ya allah,.. izinkan saya bermimpi dan ridhailah jalan untuk meraihnya.
2015 tinggal menghitung hari.
2011-2012-2013-2014.
Cukup di tahun itu saya mengedepankan ego saya. Membeli bahagia untuk saya sendiri dan berharap merekapun bahagia walau sekedar hanya melihat saya berkecukupan.
2015. Izinkan saya mencukupi kebutuhan orang tua saya. Mewujudkan mimpi-mimpi kecil mereka.
Ya allah… mereka benar-benar penting bagi saya. Sekalipun sering saya mengesampingkan mereka. Sering saya menutup mata, menutup telinga, dan berusaha percaya mereka akan selalu berkecukupan tanpa perlu saya bantu.
Tidaaaak. Cukup shintaa. Cukup.
Keegoisan yang sungguh kekanak-kanakkan. Lepaskan mimpi-mimpi yang hanya ingin dibangun demi nama keren sebagai orang sukses. Bukan sukses namanya jika tak menyandingkan mereka di setiap langkah, mengedepankan kebahagiaan juga tawa penuh haru mereka.
Saya tahu. Tidak ada yang tidak mungkin, tapi ketidakmungkinan untuk menjadi mungkin butuh usaha dan kerja keras untuk menakhlukkannya. Bismillah, saya ingin kerja keras. Saya ingin menebus masa tua kedua orang tua saya dengan penuh kebahagiaan. Saya siap menebus itu dengan keringat saya. Saya siap ya allah.
Semoga Allah meletakkan saya kepada barisan terkokoh dalam setiap medan perang. Melapisi tekad saya dengan baja terbaik. Memfokuskan hati, pikiran saya untuk satu tujuan. Ya masadepan yang lebih baik, untuk saya, untuk orang tua saya, dan tabungan untuk masadepan anak-anak saya (nanti).
Amiin yra.
Assalamualaikum…
Pengen bagi-bagi pengalaman ni. Saya sekarang bergabung di d’Bc Network sebagai Consultant Oriflame. Alhamdulillah, dapat satu lagi keranjang. Alhamdulillah dapet banyak banget nilai positifnya. Selain mendapat tambahan pemasukkan, Saya pun mendapat banyak teman baru yang terus mensupport saya untuk maju. Memang, berkumpul dalam satu jaringan positif insya allah banyak manfaatnya.
Jadi tak heran, akhir-akhir ini saya jadi facebooker. Sering memadati beranda dengan postingan-postingan, ya sebut saja iklan. Bagi yang terganggu dengan postingan saya, silahkan unfollow atau delete pertemanan. Karena di pekerjaan baru saya, mengharuskan pandai berkomunikasi salah satunya memanfaatkan facebook sebagai lahan pasar untuk mencari konsumen dan downline.
Ekhem… saya berhasil menemukan kegiatan baru. Alhasil, saya sibuk lagi. Yess !
![]() |
| klik sumber gambar |
Lah ? Kok seneng si sibuk ? Kan capek shin ?
*senyum lebar* tapi dari rasa lelah itu saya merasa benar-benar jadi manusia. Manusia produktif. Sebenarnya enggak lelah kok, apalagi kedua-duanya side job saya hanya sekedar mengisi waktu luang. Ya dari pada bengong, baca gosip-gosip, main game, atau bergosip ria. Lebih baik prospek, jualan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, atau mengikuti meeting offline dengan para upline. Nambah ilmu, nambah semangat, dan tentunya silaturahmi.
Side job pertama sebagai marketing asuransi astra buana. Disini saya menjual asuransi kendaan bermobil. Menawarkan 8 fasilitas garda oto. Hmm,., untuk lebih jelasnya silahkan searching di laman google ya.
Bergabung di Garda Oto sekitar setahun yang lalu. Alhamdulillah sampai saat ini masih berjalan dan sudah memegang 9 polis. Oke, perkembangan saya di sini sangat-sangat lambat. Kenapa ? Disamping saya tidak memiliki pasar yang luas juga saya tidak memiliki pemahaman cukup dalam dunia automotive. Ya tapi tetep bersyukur, karena hasil dari 9 polis cukup banget buat nambah-nambah pundi-pundi.
Dan next,,,,
Sebagai consultant oriflame.
Shin kok mau si jadi sales ? Sama ajakan sama sales ?
Beda dong. Disini saya bukan hanya berperan sebagai penjual, tapi juga sebagai pelaku bisnis. Ya sebut saja MLM ( multi level marketing ). Banyak bonus nya lho pemirsaaaaaah.
Nah, sepanjang prospekin orang-orang buat join banyak banget ni rangkuman pertanyaannya.
Seperti kemarin pas saya prospek temen-temen kantor.
Shin, lu gak takut lahan jualan elu ilang ? Kalo kita join elu mau jual dimana ?
*senyumin aja* inget rezeki itu gak bakal ketuker. Allah udah membungkus rezeki kita masing-masing. Tinggal kita berusaha buat ngedapetin nya. Inget, dunia gak selebar daun kelor. Kalo lahan jualan kita di tempat yang satu sudah tidak memungkinkan, berarti Allah menuntut kita untuk membuka lahan baru dengan jalan silaturahmi dengan teman-teman lama atau orang-orang baru.
Gue gak punya temen, gak punya waktu, gak punya modal.
Langsung di tegesin “tapi elu punya mimpikan ?” Jika menganggung lanjutkan.
Temen ? Masa iya gak punya temen. Temen sd, smp, sma, kuliah, kerja, temen di lingkungan rumah itu orang kan pastinya ?
Waktu ? Ini fleksibel lho waktunya. Gak di kejar-kejar deadline. Tapi ingat, semakin banyak waktu yang kita investasikan untuk sebuah pekerjaan, maka kesuksesan akan lebih cepat kita raih.
Modal ? Promo join ni sampai akhir desember cukup dengan Rp. 24.900 SAJA ! Ingat SAJA !
Shin elu juga kan baru, ko semantap ini ?
Karena usaha apapun tanpa kemantappan akan sia-sia. Jadi mantapkan dulu hati kita. Seberapa besar keinginan kita untuk maju, biar itu jadi pondasi bekerja konsisten.
Hehe…
Ini judulnya prospek lagi ya ?
Nyengir lebar.
Buat yang mau info lebih lanjut boleh chat me on :
Bbm ( 74A3EE5F )
Jangan lupa daftarkan diri anda segera
Http://www.dbc-network.com/?id=shintajuliana
Salam sukses…
Shinta juliana
#oriflame
#dbcNetwork
#bisniswanita
#kerjadarirumah
#suksesberjamaah
![]() |
| klik sumber gambar |
Saya masih tercengang dengan keputusan yang saya buat sendiri. Entah yang jelas saya merasa mantap untuk kembali kepada Mawar. Setelah saya mendatanginya lagi di Apartement yang sempat jadi tempat tinggal saya, ada kilatan-kilatan masa lalu yang manis memaksa saya untuk melangkah lebih jauh lagi, meyakinkan mawar untuk sudi menerima saya kembali.
Setelah janji-janji buatan yang saya lontarkan dengan mudah, sedikit rayuan, bujukan, dan perilaku manis yang saya berikan kepadanya, akhirnya Mawar kembali. Gagah kembali kepada Mawar. Masih memeluknya, saya kembali meyakinkan. Berharap ini adalah jalan terakhir bagi saya dan mawar. Tak kan lagi menemui perpisahan. Tak kan lagi berniat menyerah dan pulang. Mawar teringsak-ingsak menangis dalam pelukkan saya. Mengecup kening saya berkali-kali. Ya, saya pun merindukkan sentuhan nya. Dan saya lebih yakin, mawar benar-benar mencintai saya.
Aku masih tak percaya. Aku masih ingin mempercayai janji-janjinya. Aku masih ingin bermimpi dan mewujudkannya. Tapi Tuhan menampar aku keras. Sampai aku tak bisa lagi menemukkan jalan untuk kembali kepada Gagah. Mungkin ini jawaban doa-doaku. Tapi yang aku tak minta pada Tuhan untuk menjauhkanku dengannya, aku hanya minta petunjuk untuk di lancarkan dalam menjalani setiap fase hubungan kami. Rupanya tuhan punya rencana berbeda. Hingga dia memampangkan apa yang tidak kulihat jadi terlihat begitu jelas. Mempertontonkan drama di belakang panggung itu dengan tirai terbuka. Apa aku harus bersyukur atau merintih ? Meminta tuhan mengembalikkan gagah padaku.
Sore itu gagah menemuiku. Masih dengan muka kusut bekas menangis sedari pagi aku menemuinya. Hampir sebulan dia tidak menemuiku. Kita hanya berkomunikasi lewat telpon dan itupun dengan intensitas jarang. Aku fikir, dia benar-benar sibuk. Aku fikir dia benar-benar sedang bekerja keras untuk masa depan kami. Tapi nyatanya, ada drama lain di balik semuanya.
Kali ini aku berhasil menatapnya lamat-lamat. Dia, gagahku yang sebentar lagi akan meninggalkanku. Aku tak kuasa membayangkan apapun. Mataku buram oleh air mataku sendiri. Pelan-pelan aku tertunduk. Sebelah tanganku mencengkram pagar kost-kostan berusaha mencari kekuatan. Aku menangis tersedu-sedu.
Terbayang wajah kecewa atau mungkin wajah perihatin dari kedua orang tuaku jika aku memberitahukan kabar ini. Tidak akan pernah ada pernikahan. Tidak akan pernah ada Gagah dalam keluarga kita. Aku masih terhunyung. Entah mulai dari mana menjelaskan semua ini.
Bulan ini, hubungan kami menginjak bulan ke 6. 2 bulan yang lalu, aku sudah mengenalkannya mantap kepada keluarga besarku. Aku berharap banyak darinya. Dan bulan depan, gagah berniat mengajakku ke Majalengka. Menemui orang tuanya sekaligus menentukan hari besar kami. Menentukkan kapan orang tua ku siap bertemu dengan orang tuanya. Tapi rencana tinggalah rencana. Aku tak tau pasti apa yang membawanya kembali kepada Mawar. Tapi aku tau, aku tak buta, ada pengkhianatan besar yang di lakukkan gagah. Baik padaku, ataupun kepada Mawar.
Aku masih belum lupa. Ingatanku masih kental dengan peristiwa tadi pagi. Niatnya, aku akan memberinya tiket kereta. Ya dua tiket kereta yang sudah aku booking dari jauh-jauh hari. Semalaman, aku menelponnya. Jawabnya singkat. Bilangnya ada teman. Ada bos. Tak enak. Dan sebagainya. Itulah yang memutuskanku untuk menemuinya di kost-kostannya.
Sekitar jam 7 pagi aku sudah sampai disana. Aku sengaja datang lebih pagi, karena aku ingin sarapan bersamanya. Sudah lama, kita tak pernah makan bareng lagi. Masih dengan keyakinan dan senyum yang lebar aku mengetuk pintu kamarnya. Namun, senyum itu tak lagi tersungging dari bibirku. Mawar membuka pintu kamar dengan penampilan acak-acakkan. Seperti baru bangun tidur.
Ini pertama kali aku melihatnya langsung. Ya, aku tau betul siapa mawar. Mantan Gagah yang amat teramat sangat mencintainya. Mawar yang rela mengorbankan apapun demi kebahagiaan gagah. Hal yang tidak bisa aku berikan padanya, Mawar bisa berikan dengan senang hati.
Seperti petir menggelegar. Ada badai hebat bergejolak di hati. Menguras emosi, seperti memancing sebuah luapan air mata. Tidak, aku tak boleh menangis sekarang. Aku pastikan aku tak akan menangis sekarang.
Gagah yang kemudian berdiri di belakang mawar dengan telanjang dada itu mematung melihatku. Entah apa yang ingin dia katakan. Kita terdiam. Tidak ada perkenalan, dan mawar terhimpit dalam empat mata yang saling berpandangan.
Aku berusaha mencari ketegaran.entah dari mana, aku harus bisa biasa saja. Aku harus bisa membuka percakapan.
“Hey mas… ini titipan kamu. Sorry datang sepagi ini. Permisi mba, mas”. Tanpa sepatah katapun aku bergegas pergi. Nampaknya Gagah memang tak ingin menjelaskan apa-apa. Dia tak berniat mengejarku. Atau bahkan sekedar membujuk ku untuk percaya padanya.
Sore ini, Gagah melihatku begitu rapuh. Dia berhasil menyakitiku. Dia berhasil mempermainkanku. Dia berhasil. Aku benci diriku sendiri, kenapa selalu menemukkan jalan untuk memaafkannya jika dia minta maaf. Kenapa selalu ada jalan untuk mencintainya lagi setelah pengkhianatan ini. Kenapa aku lebih takut kehilangannya. Aku mulai di perbudak oleh cinta. Dan gagah masih berdiri di depanku, tanpa sepatah katapun. Tanpa penjelasan. Atau kata maaf.
Entah apa yang rasa. Saya harap Gagah akan menjelaskan dan bicara semua yang aku lihat salah. Semua yang terjadi tidak seperti apa yang aku bayangkan. Aku harap, aku salah. Atau setidaknya Gagah akan bicara menyesal dan memohon padaku untuk memberinya kesempatan ke-2. Aku sudah terlalu cinta padanya. Aku tidak bisa kehilangannya.