Waktu. Lucu. Waktu itu memang obat paling mujarab dalam segala hal. Dalam menetralisir segala bentuk perasaan. Rasa benci, suka, sayang, sedih, kecewa, ah semuanya, bisa kita serahkan. Waktu cukup baik untuk menjadi seorang teman. Bercerita misalnya. Meskipun tak jarang waktu tak pernah ingin mengerti sedang dalam posisi apa kita. Waktu. Iya. Waktu memang selalu menjadi obat untuk luka. Menyerahkan pada waktu selalu menjadi alternative terbaik.
Category: Personal
Pilihan Besar
![]() |
| klik sumber gambar |
Hidup memang tentang pilihan-pilihan besar.
Tidak ada yang gratis untuk sebuah kebahagiaan.
Semua selalu punya pilihan dan kesempatan.
Itu simpulan percakapan malam ini. Dia berkata tentang perubahan besar masa depan saya. Namun ada bayaran seumur hidup untuk semuanya “balas budi”. Siang tadi saya baru usai menulis note, menceritakan keajaiban, menceritakan janji kebahagiaan. Malam ini setelah mendengar detailnya, saya merubah kata “keajaiban”itu. Sedikit menggesernya beberapa senti dari puncak. Tapi bukan tak benar dengan kekuatan do’a yang dengan semangat saya kibarkan siang tadi. Hanya saja saat itu saya terlalu polos. Tidak ada yg gratis. Itu lebih realistis.
Memang tinggal selangkah lagi. Janji masadepan yang dia janjikan begitu nyata, tidak semu. Hanya saja, dia juga menggamblangkan pengorbanan dan perjuangannya lebih nyata pula. Sebandinglah.
Dalam percakapan yang berlangsung kira-kira 45 menit itu benar-benar membuat saya terhenyak. Ada buah nyata yang akan saya peroleh jika mengambil kesempatan yang dia berikan. Iya, buah perjuangan selalu manis. Itu memang tak pernah salah.
Saya menatap kedua orang itu dengan bimbang. Salah satunya keluarga sedarah saya. Yang benar-benar mengerti arti perjuangan. Perempuan berumur 37th yg sudah merasakan pahit, asam, manis, getirnya perjuangan. Dan dia juga sudah meneguk buah manis dari semuanya. Saya terlalu lemah. Dan saya tidak pernah mampu untuk terikat selamanya dengan seseorang, terikat karena kebaikkannya yang Mengharuskan saya menglingkarkan diri saya selalu rapat. Entah, hidup memang tidak pernah menjanjikan kemudahan. Ini keputusan besar.
KEKUATAN DO’A
03 mei 2014
15:43
Ini keajaiban pertama.
Ini berita kejaiban pertama setelah hampir tiga tahun saya bersabar.
Saya tidak peduli dengan keadaan yang saya inginkan adalah mimpi saya. apapun dan bagaimanapun caranya, saya harus bisa meraih dan mewujudkannya. Sampai pada satu waktu, satu keadaan yang memojokkan. saya pernah menulis beberapa pengalaman tentang mimpi yang harus saya buang jauh-jauh di catatan sekitaran tahun 2011 blog ini, tentang sebuah pilihan yang sebenarnya bukan kita yang memilih, justru pilihan itu yang memilih kita. Dari ribuan orang didunia, dua pilihan besar yang sama-sama berarti buat saya menghampiri, membuat saya harus jeli dan membedakan mana yang lebih penting. Padahal saat itu, kedua-duanya sangat penting. Tapi bukan pilihan namanya jika tidak ada harus tersingkirkan. Bukan pilihan namanya jika tidak ada perbedaan nomor penting. Itu. Hingga akhirnya saya membuang jauh semuanya. Jangan tanya bagaimana rasanya… saya tidak ingin membahas kekecewaan (lagi).
Doa memang tak pernah semata-mata jadi ucapan kata belaka.
Doa tak pernah semata-mata harapan kita.
Tapi Doa adalah Bahasa hati antara anak-anak langit dan induknya.
Doa tak pernah jadi semata-mata do’a.
Anak Langit
Ini tentang anak langit. yang menghabiskan sepertiga dari malamnya dengan bersujud. memanggut-manggut dalam bait yang suci. menengadahkan tangan, mengungkap seribu harap. ini tentang anak langit. yang terjaga di antara banyak tetangga. mereka saling berlomba merajut mimpi yang selalu berusaha di ingat di kala pagi. namun, hanya bertahan beberapa menit saja. sebelum saatnya mengkabur bersama senyawa pagi. ini tentang anak langit, yang bermimpi untuk menjadi besar.
![]() |
| Klik Sumber Gambar |
Wacana di Waktu Fajar
Di kali ini, waktu fajar. Setelah malam yang aku habiskan dengan mengunggah ingatan lalu. Dan baru selesai di fajar ini, diantara batasan malam dan pagi. Mengingatmu itu seperti mentari yang memberi rasa hangat yang luar biasa. Tapi juga ada bagian malam yang dingin beku saat aku mulai sadar itu telah jauh tiada.
tapi ternyata diam kamu itu memang sudah mendarahdaging. Ya, itulah kamu. Kamu yang selalu jadi Kamu dalam setiap ceritaku. Kamu yang selalu jadi mindset setiap bait hari-hariku. Kamu yang selalu jadi rindu. Kamu yang selalu jadi candu, Kamu yang cukup aku kenal dan selalu aku mengerti sendiri dalam malam. Dan ketika fajar datang, Kamu berakhir seperti mimpi malam yang selalu ingin aku ulang-putar ulang-lagi-lagi-dan lagi di setiap waktu tidurku.
![]() |
| Klik Sumber Gambar |
20!
Tuhan yang baik.Tuhan yang tidak pernah letih memberiku petunjuk.Tuhan yang tidak pernah henti melindungiku.Tuhan yang Maha Segalanya.
Hari ini umurku tepat-20tahun.
Aku bersyukur padaMu atas semua nikmat yang Engkau limpahkan padaku. Tidak kurang, tidak lebih.
Engkau memberiku anugerah terbesar, memberi satu kesempatan terindah dalam hidup yang cuma sekali ini.
Kesempatan karena aku telah lahir sebagai SHINTA JULIANA dari keluarga sederhana, dari ayah dan ibu yang tidak pernah kekurangan satu apapun karena selalu bersyukur atas smua pemberianMu. Ayah yang kuat dan Ibu yang lembut yang selalu mendoakan kebahagian juga kebaikkanku. Kesempatan terindah di duniaMu ini. aku jadi kaka dari “ALBI” juga adik dari seorang kaka perempuan cantik “SARI”. Anugerah yang Engkau berikan, kesempatan hidup yang aku habiskan diantara orang-orang yang menyayangiku tanpa pamrih. Tanpa pernah menuntutku untuk jadi orang lain, cukup jadi seorang Shinta.. aku berlimpahan kasihsayang. Makasih Tuhan J
Aku bersyukur atas semua rizkiMu, atas kehadiran mereka orang-orang yang ada disekelilingku baik yang pro ataupun kontra. Aku bersyukur mengenal mereka ( singkat atau lamanya ) tetap mereka punya andil besar dalam hidupku. Terimakasih untuk orang yang pernah hadir dan sekarang sudah berlalu pergi. Karena dari orang-orang seperti itulah aku belajar bangkit, aku belajar mengenal, aku belajar berjalan, aku belajar melafalkan nama, sampai akhirnya aku belajar terpuruk juga mengikhlaskan semuanya.
Hari ini umurku tepat 20 Tahun.
Tuhan yang baik lagi Maha Mengetahui. Segala yang tidak pernah terjamah oleh pancaindraku. Segala yang tidak pernah tersyiar oleh lisanku. Perjelaslah dengan petunjukMu. Agar aku tidak lapar akan kebodohan juga kesalahan. Agar aku tidak lagi mendekati apa yang menjadi laranganMu. Dekatkan aku dengan Orang-orang yang bisa membuatku dekat denganMu, orang-orang yang senantiasa di JalanMu agar aku lebih mengenal dan turut serta di dalamnya.
Terimakasih untuk setiap orang yang punya andil besar, orang-orang hebat yang aku jadikan panutan, juga berkah yang teramat besar sari Tuhan yang Maha Segalanya.
aku tahu, kawan :)
ketika kamu masih memanggut-manggut dengan keyakinan besar untuk sebuah harapan yang indah, harapan yang dibangun jauh sebelum mereka menghakimi hasrat kamu. Jauh sebelum mereka mengendalikan dan hentak langsung menghentikan semua drama yang indah. Dan kamu adalah tokoh utama yang tegar. Aku tahu.
![]() |
| Klik Sumber Gambar |
Esok. Kamu masih belum percaya. Kamu masih tidak bisa meminum pil pahit itu. Katanya ini terlalu sesak. Kamu bilang tidak jodoh. Aku tidak mengerti karena setahuku cinta tak pernah sesakit itu. Dan cinta selalu memberi celah di antara ketidakmungkinan sekalipun kamu berkali-kali berkata “ini nyata dunia, bukan dongeng”. Lagi-lagi kamu meneguk kepahitan kata-katamu sendiri.
Menjadi pendengar yang baik.
karena perjodohan hanyalah kebenaran bagi mereka yang tak tahu kita. Mengesampingkan cinta.
menyudahi cerita kita.
oleh: Shinta Dutulity






